PIJOKSATU.ID- Kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkap alasan mengkritik habis-habisan pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Juru bicara Anies-Cak Imin, Billy David Nerotumilena mengatakan, kencangnya Paslonnya mengkritisi kebijakan tersebut agar masyarakat juga ikut mengkritisi pembangunan IKN.

Pasalnya, banyak proses pembangunan IKN yang perlu dikaji ulang. Salah satunya soal dampak ekonomi yang belum dikaji secara matang.

Baca Juga: Ternyata Sudah Sejak Sabtu Lalu Pelaku yang Bunuh 4 Bocah Sudah Dilaporkan ke Polisi, Pakar Forensik Sentil Penyidik

"Justru soal IKN yang mau akan kita dorong agar semua kritis," kata Billy kepada wartawan di Rumah Perubahan, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis 7 Desember 2023.

Lebih lanjut, Billy mengatakan, kubu Anies-Cak Imin tidak takut kehilangan ceruk suara lantaran makin lantang mengkritisi Pembangunan IKN. Sebab, hal tersebut memang harus dikritisi.

"Kami tidak takut kehilangan suara," ujarnya.

Baca Juga: Firli Bahuri Tidak Ditahan, MAKI Ungkap Kekecewaan Terhadap Polri : Kepercayaan Publik Mulai Melompong Lagi

Sebelumnya, capres nomor urut 1 Anies Baswedan kembali mengkritisi kebijakan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menurut Anies, sebaiknya anggaran untuk pembangunan IKN dialihkan untuk hal-hal lebih mendesak dan menjadi persoalan yang harus segera diatasi.

“Rakyat kita hari ini membutuhkan tambahan puskesmas, membutuhkan tambahan sekolah,” kata Anies melalui keterangannya di Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Baca Juga: Dari Boyband ZE:A Hingga Puncak Karir Akting: Jejak Gemilang Im Siwan dan Fakta Unik yang Membuatnya Bersinar

Selain itu, Anies berpendapat biaya pembangunan IKN sebaiknya digunakan untuk menyelesaikan nasib tenaga didik yang masih honorer.

“Hari ini kita masih punya PR yang begitu banyak, yang pada waktu sekarang urgent untuk diselesaikan," ujarnya.

Menurutnya, hal ini jauh lebih urgent untuk disikapi ketimbang melakukan Pembangunan IKN.

Oleh karena itu, Anies lebih setuju anggaran pembangunan ibu kota baru itu dialihkan untuk kesejahteraan guru.

"Guru honorer kita belum diangkat dan katanya anggarannya kurang, kenapa anggaran itu tidak dipakai untuk mengangkat guru-guru,” tandasnya. ***