POJOKSATU.Id- Pakar Telematika, Roy Suryo menyoroti permintaan maaf Ade Armando dan Ketum PSI Kaesang Pangarep terkait kasus yang menyinggung dinasti politik sesungguhnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dari pengamatan Roy Suryo, permintaan maaf Ade Armando dan Ketum PSI Kaesang Pangarep itu dinilai tidaklah tulus.
"Senada dengan si Ade, Ketum karbitan partai songong Ini dengan seenaknya menanggapi soal permintaan maaf dengan tidak tulus," kata Roy kepada pojoksatu.id, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga: Jude Bellingham Raih Golden Boy 2023, Pemain Real Madrid Pertama dalam Sejarah, The Real Wonderkid
Kesimpulan Roy Suryo bahwa Ade Armando yang merupakan kader PSI dan Kaesang Pangarep tidak tulus menyampaikan maafnya dilihat dari ekpresi keduanya.
Menurut, itu tercermin ekpresi wajah dan kata- kata singkat Ketum PSI yang mewakili kadernya Ade Armando.
"Silakan simak ekpresi dan kata-kata singkatnya. Ini bukan minta maaf, malah semakin menghina Jogja. Kalau kata Bu Susi, tenggelamkan," tutur Roy.
Baca Juga: Pengumuman Kelulusan PPPK 2023 Besok Rabu 6 Desember, Ini Link Lengkap Tutorial
Sementara itu, pengacara sekaligus kader PSI, Muannas Alaidid blak- blakan perihal ditungganginya kasus Ade Armando yang menyatakan dinasti politik sesungguhnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Muannas menyebut kasus Ade Armando itu ditunggangi oleh salah satu pendukung Ganjar Pranowo bernama Widihasto Wasana Putra dengan nama akun instagram @hastoprakosa.
"Jelas ditunggangi si @hastoprakosa pendukung paslon lain peristiwa ini," kata Muannas di akun instagramnya dikutip, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga: Pengumuman Kelulusan PPPK 2023 Besok Rabu 6 Desember, Ini Link Lengkap Tutorial
Kendati demikian, Muannas yakin dengan kejadian Ade Armando, elektabilitas PSI akan semakin populer dan tinggi.
"PSI justru ucapin terimakasih partai jadi makin populer," tuturnya.
Selain itu, kader PSI ini juga mengajak masyarakat agar jangan mudah terprovokasi, kendati setiap pendukung beda pilihan namun yang terpenting tetap menjaga persatuan.
Apalagi, kata dia, Ade Armando sendiri sudah melayangkan permintaan maaf kepada masyarakat Yogyakarta.
Baca Juga: Kemkominfo Siapkan Mesin Ais untuk Monitoring Isu Publik Hingga ke Kota Makassar
"Sudahlah jangan saling provokasi kita ciptakan pemilu tahun 2024 yang damai. Meski beda pilihan apalagi Ade Armando sudah minta maaf naikin elektabilitas gak iseng juga ngompori," tuturnya.
Sebelumnya, Ade Armando mengeluarkan kalimat kontroversial saat dirinya melontarkan kritik terhadap aksi mahasiswa yang membawa isu politik dinasti.
Politikus PSI itu menyayangkan bahwa menurutnya isu yang disuarakan oleh mahasiswa justru terjadi di Yogyakarta.
"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja,” kata Ade Armando melalui medsos X pribadinya @adearmando61.
“Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan," katanya.
Namun kekinian pegiat media sosial sekaligus politikus PSI Ade Armando meminta maaf usai menyatakan dinasti politik sesungguhnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Adapun permintaan maaf Ade Armando disampaikan lewat unggahan video dalam akun X (Twitter) @adearmando61, Minggu (3/12) tengah malam.
"Melalui video ini, saya ingin mengajukan permintaan maaf sebesar-besarnya, seandainya video saya yang terakhir soal politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ade. ***

.webp)

