POJOKSATU.id - Perundungan anak SD di Lampung, tepatnya SDN 1 Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, ternyata tidak hanya sekali terjadi.
Korban perundungan anak SD di Lampung tersebut diketahui berinisial SK dan duduk di baku kelas 5 SD.
Sedangkan pelaku perundungan adalah kakak kelasnya 3 siswi kelas 6.
Baca Juga: Masuk Rangkaian The Vault, Taylor Swift Rilis Lagu You're Losing Me di Spotify
Terungkap bahwa perundungan anak SD di Lampung itu sudah beberapa kali terjadi.
Bahkan pelaku perundungan juga tetap sama, yakni 3 pelaku yang terlihat dalam video viral yang tersebar luas di media sosial.
Fakta tersebut diungkap paman korban, Sodikin, kepada wartawan, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, pada Rabu 29 November 2023.
Sodikin menyatakan, hal itu diungkap keponakannya sendiri setelah ditanya oleh orang tuanya.
"Pelakunya kakak tingkatnya. Bukan pertama kali tapi sudah beberapa kali dilakukan oleh orang sama,” ungkap Sodikin.
Karena itu Sodikin meminta pihak sekolah agar tidak teledor dalam memberikan pengawasan terhadap siswa siswinya.
Baca Juga: Kisah Menarik! Ini 8 Cerita Wattpad yang Berhasil Dijadikan Film dan Series
Dia juga tidak ingin peristiwa perundungan serupa yang menimpa keponakannya terjadi lagi di kemudian hari.
"Saya berharap kepada pihak sekolah agar pristiwa ini tidak terulang lagi dan memperketat pengawasan saat jam istirahat,” tegasnya.
Dalam video viral di media sosial, terlihat seorang siswi SD yang mengenakan jilbab putih tengah mendapat perundungan.
Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, korban yang mengenakan jilbab putih sudah terlihat berantakan karena ditarik tarik oleh pelaku.
Baca Juga: Alpukat Sigit, Tungku Sampah Sigit
Para pelaku perundungan juga jelas terlihat menyikut kepala korban.
Tidak hanya itu, pelaku juga berkali-kali melontarkan kata makian kepada korban yang sangat tidak layak diucapkan.
Mirisnya, perundungan itu diduga dilakukan di dalam kelas di depan teman-teman korban.
Baca Juga: Santapan Hangat yang Cocok untuk Musim Hujan, Resep dan Cara Membuat Kolak Pisang di Rumah
Akan tetapi tidak ada satupun yang ada di dalam kelas tersebut menolong korban yang tak bisa berbuat apa-apa.***




