POJOKSATU.id - Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Josias Simon mengungkapkan penyebab kematian Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan.
Mahasiwa perhotelan Aldi Nababan ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kosnya, di Kuta Selatan, Badung, Bali.
Dugaan sementara, Aldi Nababan tewas karena bunuh diri.
Itu karena jenazah mahasiswa asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara itu ditemukan dalam kondisi leher tergantung terikat tali.
Akan tetapi spekulasi bahwa Aldi korban pembunuhan juga menyeruak.
Salah satu kejanggalan adalah bahwa kedua kaki korban dalam kondisi menekuk dan menyentuh lantai.
Selain itu, keluarga menyebut bahwa terdapat sejumlah lebam di tubuh korban.
Namun yang menjadi sorotan adalah bahwa alat kelamin pecah.
Jika benar demikian, Josias menduga, bisa jadi benar bahwa Aldi Nababan adalah korban pembunuhan.
Baca Juga: Kenapa Firli Bahuri Tidak Ditangkap dan Ditahan? Ini Penjelasan Polda Metro Jaya
Dengan alat kelamin pecah, juga bisa dimunkinkan disebabkan emosi tinggi pelaku karena ada ketidakpuasan dalam berhubungan badan.
Namun Josias tidak membeberkan secara detail apakah ketidakpuasan berhubungan itu dilakukan sesama jenis atau dengan lawan jenis.
"Bisa ya dan tidak. Tergantung penyelidikan dan otopsi forensik. (Penyebabnya) ya dikaitkan dengan ketidakpuasan dalam berhububungan," kata Josias dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (24/11/2023).
Bila merujuk pada tubuh korban yang disebut terdapat banyak luka lebam di sekujur tubuh, maka kemungkinan korban bisa jadi mengalami penganiayaan sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Janji Selesaikan Konflik di Papua secara 'Soft'
Dengan banyaknya luka lebam tersebut, dimungkinkan pelaku dalam keadaan emosi yang cukup besar.
"Bisa karena sebagai target pemukulan atau penganiayaan yang emosional," kata dia.
Untuk diketahui, Aldi Sahilatua Nababan atau Aldi Nababan ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamar kosnya pada Sabtu, 18 November 2023.
Baca Juga: Empat Nelayan di Laonti Konsel, Jadi Korban Penembakan OTK, Satu Tewas
Korban ditemukan oleh pemilik kos bernama I Nyoman Risup Artana (43).
Ia merasa curiga dengan lalat hijau yang memenuhi sekitar kamar korban dan bau busuk yang menyengat.
Apalagi saat pintu diketuk tidak ada respon dari dalam kamar.
Baca Juga: Oknum Polisi di Kolut Digebrek Sedang Pesta Sabu Bareng Cewek
Selajutnya, Nyoman Risup melihat ada darah mengalir dari bawah pintu kamar kos nomor 10 tersebut.
Peristiwa itu lantas dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan yang langsung mendatangi lokasi.
Baca Juga: Singgung Jenderal Soedirman, Prabowo Subianto: Saya Merasa Nyaman di Muhammadiyah
Pintu kamar baru bisa dibuka dibantu tukang kunci karena pintu terkunci dari dalam.
Dalam kasus ini, Satrekrim Polresta Denpasar sudah memeriksa 6 saksi.
Saksi tersebut diantaranya pemilik kos dan anaknya, dua penghuni atau tetangga kos, satu teman korban dan tukang kunci.
Baca Juga: Pemerintah Umumkan Daftar UMP 2024 : Jakarta Tertinggi, Jateng Terendah
Saat ini penyidik masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Meda.
Selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk mengetahui persis peyebab kematian Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan.***



