POJOKSATU.ID - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi perhatian publik.
Kasus KDRT ini melibatkan dokter Qory Ulfiyah Ramayanti (37 tahun) sebagai korban, dan suaminya sendiri Willy Sulistio (39) sebagai pelaku, kini sudah ditahan dan ditetapkan tersangka.
Willy diketahui tega menganiaya dan menyiksa dokter Qory saat tengah hamil enam bulan.
Dari penyelidikan Polres Bogor terungkap bahwa Willy menyiksa Qory secara verbal dan fisik.
Seperti memukul wajah dan kepala Qory dengan tangan kosong. Menendang kaki termasuk paha istrinya itu hingga terjatuh.
Dan yang paling mengenaskan leher belakang Qory diinjak berkali-kali. Willy pun menempelkan pisau hingga membuat Qory terluka.
Baca Juga: Rela Banting Tulang 5 Tempat Sekaligus, Dokter Qory Kini Laporkan Suaminya ke Polisi Dugaan KDRT
"KDRT sering berulang. Kami menemukan bukti di mana penjual bubur tahu kejadian tersebut," ujar Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam jumpa pers di Polres Bogor, Jumat (17/11).
Sementara dari hasil visum et repertum dokter Qory yang sudah dipegang polisi, diketahui bahwa korban mengalami kekerasan verbal dan fisik dari suaminya, Willy Sulistio.
Hal itu diketahui dari luka memar di sekujur tubuh dari kaki sampai kepala Dokter Qory.
Adapun sejumlah luka bekas KDRT yang dialami dokter Qory antara lain memar pada bibir atas sebelah kiri, lengan atas kanan, lengan atas kiri, paha kanan, pinggul kanan.
"Korban hamil 6 bulan, menjadi korban KDRT. Korban merasa ketakutan dan itulah yang menyebabkan korban meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan," kata Rio.
Kelakuan Willy Sulistio itu sendiri menuai reaksi dari warganet Indonesia yang memang sejak awal curiga dengan kabar 'hilangnya' dokter Qory.
Setelah semuanya terungkap, warganet ramai-ramai menghujat dan menghardik kelakuan Willy dengan menyebutnya sebagai suami tak tahu diri.
Baca Juga: Klasemen Terbaru Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia U17, Usai Indonesia Kalah dari Maroko
"Suaminya definisi udah beban + gatau diri = ga ada gunanya sebagai suami," komentar pengguna X @tok***nn.
"Amit amit sama suaminya orang gila sampe segitunya nyariin "samsak" dia," timpal akun @in***aa.
"Suaminya jago bgt playing victim, DAN NGATAU DIRI BGT NAJIS," ketus akun @ne***ney.
Selain menghujat Willy, mayoritas warganet juga mendoakan Dokter Qory baik-baik saja. Bahkan ada yang berharap mereka segera bercerai.
Baca Juga: Hasil Perempat Final Kumamoto Masters 2023: Jorji Lolos Semifinal, Jojo Angkat Koper
"Ya Tuhan semoga Dokter Qory sehat dan segera pisah sama suaminya kl emg bener:’) Kasiang bgt," komentar @la_***ah.
"Semoga dokter Qory berada di tempat aman, suami sakit jiwa gitu mending nga usah balik deh, kasar dan jadi beban," tulis @su***_xx.
Diberitakan sebelumnya, dokter Qory meninggalkan rumahnya di Perumahan Metro Residence, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (13/11).
Dokter Qory pergi tanpa membawa alat komunikasi apapun. Dia pergi usai diusir suaminya, Willy Silistio yang tersinggung ketika sang istri hendak memberikan kejutan pada hari ulang tahun suaminya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Dokter Qory, Korban KDRT Suaminya Saat Hamil 6 Bulan
Qory Ulfiah yang merasa kecewa dan depresi, karena terus mendapat kekerasan dari suami nekat kabur dan meninggalkan ketiga anaknya dan tidak mempedulikan kondisinya yang tengah hamil 6 bulan.
Sehari kemudian, Selasa (14/11), Willy melaporkan soal istrinya yang 'hilang' itu ke polisi. Pada Jumat (17/11), Qory diketahui ada di Rumah Aman PPA Bogor.
Polsek Cibinong sendiri menindaklanjuti laporan hilangnya Qory, dengan mendatangi rumah pasangan suami istri tersebut di Perumahan Metro Residence.
Hingga Polres Bogor mendapat informasi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor, bahwa Qory berada di Rumah Aman milik P2TP2A untuk mendapat perlindungan.
Baca Juga: Kalah 1-3 dari Maroko, Indonesia U17 Belum Pasti Gugur, Begini Kalkulasinya
Pengurus Rumah Aman P2TP2A Kabupaten Bogor Saryuni menjelaskan saat ini Dokter Qory dalam keadaan baik dan telah dipertemukan kembali dengan anak-anaknya.
"Kondisi korban sudah baik. Ketika hadir di kantor kami juga dalam keadaan baik, sudah ditemukan dengan keluarga besar anak-anaknya," kata Saryuni, Jumat.***




