POJOKSATU.id - Ida I Dewa Agung Jambe ditetapkan sebagai pahlawan nasional, ia adalah seorang raja yang mendirikan Kerajaan Klungkung pada tahun 1686 dan merupakan penerus Dinasti Gelgel.
Presiden Joko Widodo menetapkan Ida Dewa Agung Jambe, Raja Klungkung sebagai pahlawan Nasional. Namanya masuk daftar dengan lima pahlawan lainnya.
Perjuangan Ida Dewa Agung Jambe gugur dalam Perang Puputan Klungkung pada 28 April 1908.
Selain pendiri Kerajaan Klungkung, Ida Dewa Agung Jambe juga merupakan penerus Dinasti Gelgel.
Baca Juga: Inilah Para Sosok dengan Gelar Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Presiden, Ada Raja Sampai Ulama
Ia merupakan keturunan dari raja sebelumnya, Dalem Di Made, yang memutuskan untuk memindahkan istana ke Klungkung, menyebabkan pulau Bali terbagi menjadi beberapa kerajaan kecil pada abad ke-17 Masehi.
Peristiwa Perang Puputan Klungkung mencatatkan pertempuran sengit antara pasukan Kerajaan Klungkung melawan pasukan kolonial Belanda.
Ketika itu Kerajaan Klungkung sebagai pusat kerajaan di Bali menjadi wilayah yang belum takluk oleh Kolonial Belanda.
Kolonial Belanda mengadakan patroli keamanan di wilayah Kerajaan Klungkung. Hal ini tidak diterima petinggi kerajaan dan masyarakat saat itu, karena dianggap melanggar kedaulatan kerajaan.
Tanggal 20 April 1908, kolonial Belanda menambah pasukan yang didatangkan dari Batavia (Jakarta). Tanggal 21 April 1908, pasukan kolonial Belanda berlabuh di sekitar Pantai Jumpai dan langsung memborbardir wilayah Gelgel, Satria, dan Semarapura.
Baca Juga: Menyambut Hari Pahlawan, Ini Pedoman Lengkap Upacara Bendera 10 November 2023
Masyarakat yang bersenjata keris dan tombak, dengan berani menghalau serangan meriam dari kolonial. Serangan pasukan Klungkung baru dapat dapat dipatahkan setelah 6 hari pertempuran.
Pertempuran 6 hari berturut-turut membuat kolonial kehilangan cukup banyak pasukan. Tanggal 27 April 1908, kolonial kembali mengirim pasukan dan berlabuh di Kusamba dan Jumpai.
Puncaknya tanggal 28 April 1908, Belanda berhasil menembus pertahanan Kerajaan Klungkung dan merangsek masuk ke dalam istana.
Tepatnya di depan Pemedal Agung. Semua rakyat berpakaian putih mengorbankan jiwa raga untuk puputan (Bertempur habis-habisan) di depan istana kerajaan.
Baca Juga: Menghormati Jasa Para Pejuang, Inilah Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023
Saat itulah sang raja Ida Dewa Agung Jambe melaksanakan Dharmaning Kesatria, yaitu kewajiban tertinggi seorang kesatria sejati. Ia keluar istana, ikut pertempuran dan gugur bersama rakyatnya di depan depan Pemedal Agung.
Kepala Dinas Sosial Klungkung, mengatakan proses pengusulan gelar pahlawan untuk Ida Dewa Agung Jambe sudah dilakukan sejak 2021.
Nama Ida Dewa Agung Jambe sebetulnya sudah diakui sebagai Pahlawan Nasional pada 2022, tapi masuk daftar tunggu dan baru dikukuhkan pada tahun ini.
Itulah tentang sosok Ida Dewa Agung Jambe, Raja Klungkung yang gugur melawan Belanda.***



