POJOKSATU.id, JAKARTA-- Mantan terorisme Abu Fida alias Muhammad Syaifuddin Umar mewanti-wanti aparat kepolisian mewaspadai ancaman aksi terorisme menjelang diselenggarakannya Pemilu 2024.

Abu Fida mengatakan, ancaman aksi terorisme tersebut mencuat setelah Densus 88 Anti-teror Polri membekuk 59 orang terduga teroris sepanjang Oktober 2023.

"Saya menghimbau kepada segenap masyarakat khususnya Polri dan segenap pemerintah untuk waspadai ancaman teror terorisme itu," kata Abu Fida kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (7/11/2023).

"Saya juga mengimbau kepada eks Napiter yang ada di Jawa Timur untuk menjaga kebersamaan dan meniadakan politik identitas agar pemilihan umum yang sebentar lagi akan dilaksanakan berjalan dengan damai dan sejahtera," sambungnya.

Baca Juga: Beda Pendapat dengan Ketua Jimly, Anggota MKMK Ini Malah Ingin Anwar Usman Ditendang dari MK

Abu Fida menjelaskan, mencuatnya ancaman terorisme menelang Pemilu 2024 lantaran para teroris tersebut menggap demokrasi dan Pancasila merupakan sesuatu yang haram.

"Menyikapi adanya ancaman terorisme, pada intinya mereka mengharamkan demokrasi dan tidak akan ikut pemilihan umum. Bagi mereka demokrasi harus diperangi. Jadi ini merupakan ancaman serius jelang Pemilu," ucapnya.

Dia juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak memainkan isu politik identitas dalam Pemilu 2024. Sebab, hal tersebut akan memicu terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.

Dia menekan kepada semua pihak untuk lebih mengutamakan persatuan bangsa Indonesia.

"Sebagai warga negara yang beragama dan taat kepada tuhan yang maha esa, tentu kita diajarkan melakukan hal-hal yang baik dalam keseharian, tak terkecuali dalam kontestasi politik," terangnya.

Baca Juga: Selain Dipecat, Anwar Usman Juga Tak Berhak Dicalonkan Lagi Pimpinan MK, Ini Daftar Sanksinya

"Untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang aman, damai, dan berkualitas seyogianya Kita menghindari hal yang memicu perpecahan, hal yang dibenci Agama yang Kita anut," tambah dia.

Abu Fida mengatakan, bahwa ajaran yang terkandung dalam Pancasila sudah seharusnya diimpilikasikan dalam berbangsa dan bernegara. Dan Pemilu 2024 merupakan juga termasuk dalam nilai-nilai Prancasila.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memang seharusnya kita implikasikan dalam pagelaran Pemilu 2024,"

"Ini adalah bagian dari diri kita sebagai warga negara demokratif dalam dasar negara kita tercinta Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Liga Champions MD4 Grup G 8 November: Man City vs Young Boys, Crvena Zvezda vs Leipzig

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap dua tersangka teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ingin menggagalkan Pemilu 2024

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, total teroris yang memiliki misi menggagalkan Pemilu 2024 dan sudah ditangkap menjadi 42 orang.

"Sampai dengan tanggal 27-28 kemarin, kita menangkap sebanyak 40 orang. Dan kemudian kita melakukan pengembangan, sampai hari ini kita sudah menangkap 42 orang," ujar Aswin dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/11/2023).

"Ada tambahan 2 orang lagi yang baru kita lakukan penangkapan terkait dengan jaringan AO yang berencana menggagalkan atau mengganggu jalannya pesta demokrasi tersebut," sambungnya.****