POJOKSATU.ID- Prediksi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hampir bisa memastikan kemenangan Pilpres 2024 dalam satu putaran.
Prabowo-Gibran yang didukung penuh koalisi besar hingga tokoh nasional, diyakini bisa merebut kemenangan di Pilpres 2024 mendatang.
Direktur Eksekutif Network Society Indonesia (NSI), Umar Halim Hutagalung membeberkan, ada tiga keunggulan yang didapatkan Prabowo-Gibran dalam menghadapi Pilpres 2024.
Baca Juga: Prediksi Skor Fulham vs Manchester United Liga Inggris 4 November: Momentum Bangkit Setan Merah?
Pertama, menurutnya adanya tabungan suara besar yang dimiliki Prabowo, hingga kepada dukungan dari pemilih Jokowi di Pilpres 2019 yang perlahan-lahan mendukung berpindah dukungan.
Merujuk kepada data Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 16-18 Oktober 2023, para pemilih Jokowi di Pilpres 2019 silam yang berjumlah 55,5 persen, sekitar 35,5 persen memilih Prabowo.
Adapun pemilih Prabowo di Pilpres 2019 silam akan memilih kembali Prabowo di Pilpres 2024 sebanyak 65,2 persen.
Baca Juga: Dapat Bantuan Air dan Tandon dari Ganjar Milenial, Warga Panakkukang: Kami Sangat Terbantu
“Jika diakumulasikan dari data ini maka Prabowo Subianto per-Oktober 2023 sebenarnya sudah memiliki tingkat keterpilihan sebesar 48,72 persen. Untuk mencapai lebih dari 50 persen sangat terbuka apalagi waktu pemilihan umum masih tiga bulan ke depan,” kata Umar, dalam keterangannya dikutip radar semarang, Jumat (3/11/2023).
Kedua, Umar melanjutkan, adanya pemilih Prabowo yang masuk kepada golongan silent voters/smart voters itu tersebar cukup banyak.
Jika ditarik ke belakang dari hasil KPU dan berbagai lembaga survei, Prabowo banyak mendapatkan dukungan dari kategori yang masuk kepada undecided voters yang berjumlah sebesar 60-95 persen.
Baca Juga: Ini Lawan Prifad di Semifinal Hylo Open 2023, Bagaimana Kans Lolos ke Final?
“Jadi kalau kita tarik dari hasil rilis LSI terbaru (16-18 Oktober 2023) dengan memposisikan suara Prabowo-Gibran saat ini di angka 35,9 persen dan undecided voters sebesar 18,3 persen, kemudian berdasarkan pengalaman Pilpres 2019 kita ambil angka 77,5 persen (rata-rata dari 60-95 persen) dari suara undecided voters maka 14,18 persen yang berpotensi memilih Prabowo-Gibran,” ungkap Umar.
“Sehingga pasangan Prabowo-Gibran per-Oktober ini sudah mendapatkan 50,08 persen suara (35,9 persen + 14,18 persen). Angka ini juga tidak jauh berbeda dengan asumsi data silang basis suara pada Pilpres 2019 seperti dalam survei LSI yaitu 48,72 persen,” imbuhnya.
Umar menyimpulkan adanya dukungan dari Presiden Jokowi kian memperkokoh peluang kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Baca Juga: FKUB Cianjur Dukung Upaya Kapolri Tingkatkan Kewaspadaan tindakan Terorisme
Umar menambahkan, kendati Presiden Jokowi pernah mengutarakan mendukung semua capres-cawapres, namun dengan Gibran yang menjadi cawapres Prabowo, hal itu semakin memperjelas arah dukungannya.
“Sebagai Presiden RI yang masih aktif tentu dengan relasi kuasa yang dimiliki akan memudahkan langkah pasangan ini dalam semua aspek termasuk logistik. Jadi menang satu putaran sangat terbuka,” pungkasnya. ***



