POJOKSATU.id - Presiden Soekarno pernah dibuat kesal saat melawat ke Amerika Serikat pada tahun 1960. Tujuan Bung Karno yakni untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Dwight Eisenhower.

Diktahui Selama Soekarno menjabat Presiden, Bung Karno sudah 5 kali berhubungan dengan lima Presiden Amerika sebelumnya.

Dari semua Presiden AS itu, hanya Eisenhower yang membuat kesal Bung Karno.

“Mengapakah Presidenmu menolakku dengan kasar? Mengapakah Presidenmu dengan sengaja menampik dan menghinaku,” jelasnya dalam Buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat" yang ditulis Cindy Adams.

Baca Juga: Pengamat Baca Posisi Duduk 3 Capres Saat Makan Siang Bareng Jokowi, Ada yang Nanggung Beban Berat

Dalam autobiografinya itu, Soekarno pun menceritakan kekesalannya dimulai sejak ia mendarat di Washington. Ketika itu Eisenhower tak menyambutnya di bandara.

Padahal biasanya Bung Karno hampir selalu disambut langsung di bandara oleh presiden yang negaranya ia kunjungi.

Soekarno Kembali dibuat kesal saat Eisenhower tak menyambutnya di pintu Gedung Putih saat ia tiba di sana.

“Dia (Eisenhower) tak menyongsong kedatanganku di pintu Gedung Putih. Kukira untuk ini aku masih bisa berkata baiklah,” cerita Bung karno.

Baca Juga: Pengakuan NP Istri Hamka Bos Travel Umroh saat Sadar, Bilang Bukan Suaminya dan sedang Disekap

Soekarno tak bisa lagi menahan emosinya saat disuruh menunggu hampir satu jam untuk bertemu Eisenhower. Ia lalu bangkit dari duduknya dan mendatangi petugas protokoler Gedung Putih.

“Apakah saya harus menunggu lebih lama lagi? Oleh karena kalau harus begitu saya akan berangkat sekarang juga,” kata Soekarno kepada petugas protokoler Gedung Putih yang mendampinginya.

Petugas protokoler yang dihampiri Bung Karno itu tiba-tiba panik bukan kepalang. Ia lalu meminta maaf dan berlari menuju ruangan Eisenhower.

“Kemudian keluarlah Eisenhower. Dia tidak minta maaf. Bahkan tidak berusaha menyampaikan Ketika akhirnya aku diiringkan untuk masuk,” ucap Bung Karno.

Kesan buruk Eisenhower dan kebijakan Amerika dianggap mendikte Indonesia yang akhirnya membuat Bung Karno lebih dekat dengan para pemimpin dari negara-negara berhaluan komunis seperti Uni Soviet dan China.

Baca Juga: Konflik Panas Jokowi vs PDIP Bikin Anies-Cak Imin Menang Banyak, yang Lainnya Bonyok

Maka, tak lama setelah pertemuan itu, saat Presiden Eisenhower menawari bantuan, Bung Karno menjawab dengan kalimatnya yang terkenal, ‘go to hell with your aid’ (pergi ke neraka dengan bantuanmu).

Karena kedekatannya dengan Soviet dan China, Bung Karno akhirnya dituding berpihak kepada kelompok komunis.

Cerita tak dihargainya Presiden Sukarno oleh Presiden Amerika ini juga diceritkan ajudan Sukarno yakni Bambang Widjanarko, dalam buku 'Sewindu Dekat Bung Karno'.

Awalnya, Sukarno dijadwalkan menemui Presiden Eisenhower tepat pukul 10.00 pagi di Gedung Putih.

Pada pukul 09.58 Sukarno sudah tiba di tempat pertemuan. Pukul 10.00, Sukarno tersenyum lebar menunggu Eisenhower.

Pukul 10.10, Sukarno masih tenang. Pukul 10.25, Eisenhower belum datang. Sukarno mulai tegang dan tak mau bicara. Pukul 10.30, meledaklah amarah Bung Karno. Protokoler Presiden AS dimarahi.

"Apa-apaan ini, kalian yang menetapkan pertemuan pukul 10.00, hingga pukul 10.30 Presiden kalian belum datang juga!"

"Apakah kalian memang bermaksud menghina saya. Sekarang juga saya pergi," ujar Sukarno dengan marah.***