POJOKSATU.id - Sejumlah demo digelar mahasiswa serentak di berbagai daerah di Jawa Timur pada Jumat 20 Oktober 2023.
Demo mahasiswa itu tidak lain menolak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batasan usia capres-cawapres.
Mahasiswa menilai, putusan MK tersebut merupakan upaya pelanggengan dinasti politik keluarga Presiden Jokowi.
Baca Juga: Prediksi Skor Liga Spanyol 21 Oktober: Osasuna vs Granada, Real Sociedad vs Mallorca
Seperti di Kabupaten Sampang, Madura, yang digelar sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sampang.
"Tujuan aksi ini menolak dinasti politik yang telah dibangun oleh pemerintah, yaitu Presiden Jokowi," ujar koordinator aksi, Maushul.
Menurutnya, penambahan frasa dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 menyimpang dari prinsip-prinsip hukum sebagaimana tugas MK sebagai negative legislator.
Memang, MK menetapkan usia minimal capres-cawapres adalah 40 tahun.
Akan tetapi menambahkan pengecualian bagi kepala daerah atau pernah menjabat sebagai kepala daerah meski di bawah 40 tahun.
"Kami sebagai mahasiswa menolak keras adanya dinasti-dinasti politik di Indonesia," tegasnya.
Baca Juga: Kumpulan Prediksi Soal PPPK Teknis 2023 Lengkap dengan Jawaban, Pelajari Mulai Sekarang!
Mahasiswa curiga, putusan MK tersebut secara khusus untuk meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
Hal itu berarti bahwa memang ada upaya pelanggengan dinasti politik dan mempertahankan kekuasaan keluaga Jokowi di Indonesia.
Karena itu, mahasiswa menuntut MK mencabut pusan trsebut dan membubarkan dinasti politik di Indonesia.
Isu dan tuntutan yang sama juga disuarakan mahasiwa se-Kediri Raya yang menggelar demo di Memorial Park, Kediri.
Baca Juga: Mimin Mintarsih Istri Muda Yosep Hidayat Bikin Pengakuan lalu Kena Skak Pengacara Danu
Menurut koordinator aksi Heru Al Amin, MK memiliki fungsi sebagai pengawal demokrasi.
Maka, MK bukan hanya harus bebas dari kepentingan politik, tapi juga harus memuat nilai-nilai yang adil, jujur dan bebas dari pengaruh apapun.
"Aksi ini adlaha upaya moral dan spiritual dari kami mendorong dan mengetuk hari nurani yang ingin melanggengkan dinasti 'kerajaan' Solo," ucap Heru.
Baca Juga: Ahok : Ganjar Mahfud Pasangan Lengkap, Berani Sikat Koruptor
Selain melakukan orasi, mahasiwa juga membentangkan spanduk dan poster dengan berbagai kalimat tuntutaan.
Diantaranya bertuliskan 'Gagalkan Dinastik Politik Jokowi' dan '#Tolak Dinasti Jokowi'.***



