Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut menanggapi penangkapan eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Novel menduga penangkapan politisi Partai Nasdem itu sebagai upaya dari Ketua KPK Firli Bahuri untuk menutupi kasus pemerasannya terhadap SYL.

"Kalau saya melihat. Saya meyakini sebagai abuse of power, jadi upaya Firli untuk membungkam pemerasannya, ini bahaya," kata dia dihubungi, Jumat (13/10/2023).

Baca Juga: Hasil FP2 MotoGP Indonesia 2023: Duo Aprilia Tercepat, Bagnaia Harus Q1

Menurut Novel, penangkapan terhadap SYL tersebut sangat berbahaya karena untuk menutupi kasus lainnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya tidak mau berspekulasi sosok pimpinan KPK yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Termasuk sosok yang sudah ramai diperbincangkan bahwa pimpinan KPK yang dimaksud adalah Firli Bahuri.

Namun lagi-lagi Polda Metro Jaya tidak mau menyebutkan alais merahasiakan nama sosok pimpinan KPK yang dimaksud.

Baca Juga: Hasil FP2 MotoGP Indonesia 2023: Duo Aprilia Tercepat, Bagnaia Harus Q1

"Jangan berandai. Jangan berspekulasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Kamis 12 Oktober 2023.

Hingga kini nama pimpinan KPK yang diduga terlibat pemerasan terhadap Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo masih dirahasiakan oleh penyidik.

Akan tetapi setidaknya ada lima orang pimpinan KPK yakni Ketua KPK Firli Bahuri dan empat wakil Ketua KPK, yakni Alexander Marwata, Johanis Tanak, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron.

Saat ditanyakan salah satunya, Polda Metro Jaya masih bungkam membeberkan sosok pimpinan KPK yang dimaksud.

Baca Juga: Hasil FP1 MotoGP Indonesia 2023: Jorge Martin Tercepat, Sang Juara Bertahan Hanya P19

"Tentu ini masih menjadi konsumsi penyidik," tuturnya.

Sebelumnya sopir pribadi Syahrul Yasin Limpo bernama Heri dipanggil Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemerasaan yang dilakukan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun surat panggilan yang beredar di kalangan awak media bernomor Nomor:B/10 339 MII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus diperuntukkan kepada sopir pribadi Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Surat panggilan itu juga telah ditandatangani oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak pada 25 Agustus 2023

Dalam surat pemanggilan itu, disebutkan Heru dimintai keterangan oleh penyidik pada Senin 28 Agustus 2023 pukul 09.30 WIB di ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Luncurkan Website Info Lelang 2.0, BRI Hadirkan Lebih Banyak Aset Favorit

Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah meningkatkan status perkara dugaan pemerasan pimpinan KPK ke tahap penyidikan.

Peningkatan status perkara dilakukan usai penyidik menemukan adanya dugaan unsur pidana di balik kasus tersebut.

“Selanjutnya direkomendasikan untuk dinaikkan status penyelidikan ke tahap penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan,” ujar Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Sabtu (7/10/2023). ***