POJOKSATU.id - Kasus kopi sianida Jessica Wongso atau pembunuhan Mirna Salihin kembali ramai diperbincangkan.
Itu setelah rilis film dokumenter Netflix berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Kini ingatan publik kembali diingatkan kasus kopi sianida Jessica Wongso atas Mirna Salihin yang merupakan sahabat Jessica.
Baca Juga: Wiljan Pluim ke mana Usai Tinggalkan PSM? Ternyata Gabung Klub Papan Atas Ini
Sama seperti pada 2016 saat kasus pembunuhan kopi sianida ini terjadi.
Kini, publik pun dipecah dengan pro dan kontra serta berbagai kontroversi yang mengikuti kasus ini.
Ada yang tak yakin bahwa Jessica Wongso bukan pelaku pembunuhan Mirna Salihin.
Baca Juga: Klasemen Terbaru Liga 2 Semua Grup Selasa 10 Oktober, Paling Ketat Wilayah Sumatera
Tapi tidak sedikit juga publik yang meyakini bahwa Mirna Salihin dibunuh Jessica Wongso melalui es kopi Vietnam yang dicampur sianida.
Salah satunya adalah Guru Besar Ilmu Pidana dari Universitas Gadjah Mada atau UGM, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej.
Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, Prof Edward mengungkap hasil penyelidikan berdasarkan digital forensik.
Hasilnya, diketahui bahwa Jessica lebih dulu menonton film The Hateful Eight sebelum peristiwa itu terjadi.
Diduga, film itu pula yang menjadi inspirasi Jessica menghabisi Mirna Salihin.
Bukti digital forensik itu ditemukan di dalam laptop milik Jessica.
Dimana Jessica Wongso sebelumnya telah melakukan pencarian tentang racun siandia.
"Berdasarkan digital forensik dari laptop Jessica yang disita, dia melakukan pencarian tentang racun sianida," beber Prof Edward dikutip Pojoksatu.id, Selasa 10 Oktober 2023.
"Kemudian pada tahun 2015, dia menonton film The Hateful Eight," sambung Wakil Menkumham ini.
Saksi ahli dalam persidangan kasus kopi sianida ini lantas menceritakan sidikit sinopsis film The Hateful Eight.
Baca Juga: Kerap Disebut Tak Lagi Akur, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Silaturahmi ke Rumah Fuji
Yang pada intinya bahwa cerita dalam film tersebut mirip dengan peristiwa yang dialami Mirna Salihin.
"Jadi, film itu mengenai 8 koboi, dimana 1 koboi membunuh 7 koboi lainnya dengan menggunakan sianida yang dimasukkan ke dalam kopi," ungkap Prof Edward.
Untuk diketahui, film The Hateful Eight bercerita tentang 8 koboi yang tengah bertahan di tengah badai salju di wilayah Wyoming.
Baca Juga: Persela Bungkam Deltras, Laskar Joko Tingkir Kian Kokoh di Puncak Klasemen Liga 2 Grup 3
8 koboi tersebut bertemu secara tak sengaja di sebuah pondok kabin di tengah hutan.
Film The Hateful Eight dibintangi aktor dan aktris papan atas Hollywood seperti Kurt Russell, Jennifer Jason Leigh, Samuel L. Jackson, serta Tim Routh.
Baca Juga: Masih Berstatus Sebagai Saksi, Syahrul Yasin Limpo Rencananya Bakal Diperiksa KPK Besok
Film ini kali pertama dirilis di Amerika Serikat tepat pada 25 Desember 2015 silam.
Nah, di pondok kabin itulah mereka akhirnya baru mengetahui bahwa orang-orang di dalam pondok tersebut seluruhnya adalah para pembunuh bayaran.
Masing-masing dari 8 koboi tersebut juga sama-sama memiliki kemampuan dan keahlian untuk menghilangkan nyawa orang lain dengan berbagai cara.
Baca Juga: Sosok Panglima Militer Hamas 30 Tahun Dicari Israel, Terpaksa Menyamar Saat Ibunya Meninggal
Dari sekedar ngobrol dan berbincang itulah mereka kemudian terlibat konflik.
Konflik itu kemudian berkembang jadi keinginan untuk saling menghabisi satu sama lainnya.
Dari konflik ini kemudian ada adegan minmum kopi yang ternyata telah dibubuhi sianida oleh salah seorang diantaranya.
Baca Juga: Lagu '3D' Debut di Top 5 Billboard Hot 100, Jungkook BTS Samai Rekor Olivia Rodrigo
Yang kemudian terjadi, tentu saja peminum kopi sianida itu akhirnya meninggal dunia.
Akan tetapi tidak diketahui siapa pelaku yang telah menuangkan racun sianida dalam kopi tersebut.
Dari sini kemudian konflik dalam film The Hateful Eight memuncak.
Baca Juga: Kasus Janda Tewas Usai Tolak Nikah, Ternyata Sempat 'Mblaem-mblaem' Sebelum Dicekik Pelaku
Adakah kesamaan film ini dengan kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso dan Mirna Salihin sebagai korbannya?***


.webp)

