POJOKSATU.ID- Wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami kulminasi atau Hari Tanpa Bayangan yang disebabkan matahari berada di posisi paling tinggi di langit.

Salah satu dampak dari fenomena Hari Tanpa Bayangan ini yaitu bayangan benda tegak akan terlihat seperti menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Fenomen ini juga dikait-kaitkan dengan anekdot jurus Naruto. Di mana ada hari Naruto tidak bisa menggunakan Jurus Seribu Bayangan di Hari Tanpa Bayangan.

Baca Juga: Ribuan mahasiswa Siap Bergabung dengan Kampus Terbesar di Ciayumajakuning

"Hah hari apa tuh? Naah ini dinamankan "Hari Tanpa Bayangan," tulis akun resmi tiktok BMKG @infoBMKG.

Disebutkan di akun resmi tiktok BMKG, Bahwa Hari Tanpa Bayangan ini merupakan sebuah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Fenomena ini terjadi akibat gerak semu harian matahari di mana bidang rotasi bumi tidak sedang berimpit dengan bidang revolusi bumi.

Baca Juga: Larang Fansnya Beri Gift TikTok, Luna Maya : Dipikir Gua Live untuk Dapatin Gitu-gitu Kali ya

Akibatnya, bayangan dari benda yang berada di bumi saat fenomena terjadi akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Hari  Ranpa Bayangan sendiri akan terjadi sebanyak dua kali dalam setahun di Indonesia.

Di Jakarta, fenomena ini akan terjadi lagi pada tanggal 9 Oktober 2023. Fenomena Hari Tanpa Bayangan juga akan terjadi di seluruh Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda setiap daerahnya.

Baca Juga: Soal Foto Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo di Lapangan Bulu Tangkis, Begini Jawaban Ketua KPK


Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, hari tanpa bayangan terjadi ketika matahari tepat berada di 0 derajat atau ekuator khatulistiwa.

Waktu terjadinya fenomena ini berbeda-beda di setiap daerah dan diperkirakan terjadi sekitar akhir September hingga pertengahan Oktober.

"Ini yang membuat seolah tidak ada bayangan tetapi cuaca tetap panas," kata Dwikorita dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).

Baca Juga: Fakta Baru Kecelakaan di Jalan Sudirman Senayan, Kecepatan 100 Km dalam Kondisi Ngantuk Berat

Menurut Dwikorita, fenomena ini terjadi karena posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator.

Apalagi kulminasi utama di wilayah Indonesia, sehingga menyebabkan fenomena Hari Tanpa Bayangan ini akan terjadi dua kali dalam setahun.

"Waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa. Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota," ujarnya.

Baca Juga: Fakta Mobil Ferrari Tabrak Lima Pengendara di Senayan, Ngaku Ngantuk tapi Kecepatan 100 KM Perjam

Adapun untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi sejak 5 Maret 2023 yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB.

Sementara pada 9 Oktober 2023 kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB. Selain itu, wilayah di sekitar Jakarta seperti Serang, Banten juga mengalami fenomena ini tepat pada pukul 11.42 WIB. ***