POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mengelak atas pernyataannya beberapa tahun lalu yang menyebut bila ada kader Partai Nasdem terbukti melakukan tindak pidana korupsi, maka dirinya akan bubarkan Nasdem.
Namun pernyataan Surya Paloh itu seperti angin lewat. Ia bahkan mengklarifikasi bahwa meaning atau arti dari pernyataannya itu tidaklah demikian.
"Gak demikian meaningnya. Gak ada lebih tolol Ketua Umum Partai mengatakan kalau ada kadernya korupsi. Partai dibubarkan, bodoh itu," kata Surya Paloh kepada wartawan, Jumat 6 Oktober 2023.
Ketum Partai yang mengusung Anies Baswedan ini kembali menegaskan, bahwa makna ucapan yang dia sampaikan beberapa tahun lalu itu tidak seperti yang disimpulkan para media.
Baca Juga: Viral Video Anak Anggota DPR RI dari NTT Disebut Aniaya Pacar hingga Tewas di Tempat Karaoke
"Itu memang salah meaningnya bukan begitu. Makna sesungguhnya bukan itu," tegasnya.
Surya Paloh munuturkan, partai yang ia dirikan ini sejatinya tetap akan menanamkan semangat spirit anti korupsi kepada para kader Nasdem.
"Spirit semangan kita anti korupsi. Gak ada artinya kita ini. Kalau kader kader kita melakukan perbuatan-perbuatan tercela, untuk apa kita," tegasnya.
Baca Juga: Sejak Sebulan Lalu PPATK Diam-diam Usut Rekening Mentan SYL, Hasilnya Mengejutkan KPK
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pernah membuat janji saat pembekalan caleg parpolnya pada 3 Juni 2015 silam. Ia bertekad membubarkan Nasdem bila ada kader yang kedapatan korupsi.
Sejak janji Surya Paloh diucapkan, berulang kali kader Nasdem terlibat korupsi. Kader yang terlibat korupsi terjadi pada November 2015 hingga saat ini.***



