POJOKSATU.ID- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, hari ini Kamis, 5 Oktober 2023.
Demikian diungkapkan langsung oleh Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo , Febri Diansyah saat ditemui media di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Oktober 2023.
"Saya diminta untuk menyampaikan bahwa besok pak Syahrul Yasin Limpo akan ke Istana untuk menghadap bapak Presiden," ujar Febri Diansyah kepada awak media.
Baca Juga: 25 Contoh Soal dan Jawaban Pretest PPG Model 5 Bagian 4 Sebagai Sarana Persiapan Peserta PPG Daljab 2023
Adapun tujuan dari pertemuan tersebut, Febri Diansyah enggan membeberkannya secara detail kepada awak media, bahkan untuk waktunya sendiri tidak dijelaskan secara rinci oleh Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo itu.
"Yang disampaikan ke kami adalah besok akan menghadap bapak presiden ke Istana. Jadi itu yang baru bisa kami konfirmasi," jelas Febri Diansyah.
Lebih lanjut, Febri Diansyah juga menegasan Kuasa hukum yang dipersiapkan ini, akan mendampingi Syahrul Yasin Limpo hingga masuk tahap penyidikan.
Baca Juga: Jimat Lolos! 25 Soal dan Jawaban Pretest PPG Model 5 Bagian 3 Sebagai Sarana Persiapan Peserta PPG Daljab 2023
"Kami sampaikan hari ini, yang pasti tim hukum ini akan mendampingi dalam proses hukum yang berjalan mulai hari ini ke depan tahap penyidikan," tandasnya.
Untuk diketahui Syahrul Yasin Limpo sudah tiba di Indonesia langsung menuju ke Jakarta tepatnya ke ke NasDem Tower untuk menemui Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Kedatangan Syahrul Yasin Limpo ini terjadi secara tiba-tiba karena sebelumnya, Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni sempat mengatakan bahwa Syahrul Yasin Limpo akan kembali ke Jakarta pada 5 Oktober 2023.
Baca Juga: PDIP Luncurkan Megawati Fellowship: Peluang Mendidik Pemimpin Masa Depan, Catat Syarat Ketat Beasiswa!
Namun, justru kedatangannya ini menjadi lebih cepat dan membuat Ahmad Sahroni sempat terkejut.
Meskipun begitu, menurut Sahroni kedatanganSyahrul Yasin Limpo yang secara tiba-tiba ini dianggap lebih baik agar dirinya bisa menginformasikannya lebih cepat.
"Kaget juga ya, karena yang saya tahu harusnya besokbesok. Cuman kalau memang lebih cepat ya lebih baik, karenakan mungkin publik ingin mendapatkan informasi langsung dari yang bersanhkutan," kata Ahmad Sahroni. ***



