POJOKSATU.ID- Polri diminta dalam menyelidiki kasus kematian Brigadir Setyo Herlambang untuk berkaca pada kasus Brigadir Joshua yang ditembak oleh atasannya sendiri mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.
Kasus kematian Brigadir Joshua itu sempat terjadi rekayasa, hingga akhirnya Ferdy Sambo terbukti melakukan pembunuhan berencana.
Demikian disampaikan pengamat kepolisian dari Institut For Security and Startegic Studies, Bambang Rukminto saat dihubungi, Senin (25/9/2023).
Baca Juga: Agensi Grup Kingdom Minta Maaf ke Umat Islam, Buang 70 Ribu Sampul Album yang Desainnya Mirip Alquran
“Kepolisian harusnya belajar dari kasus penembakan Brigadir Joshua di Duren Tiga setahun lalu,” kata Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menduga ada kejanggalan penyebab tewasnya ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Adityajaya itu. Dugaan sementara Brigadir Setyo meninggal lantaran kelalaian saat membersihkan senjata api (senpi).
"Jadi sangat janggal kalau ada kelalaian sehingga tertembak senjatanya sendiri, kecuali memang disengaja atau bunuh diri,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Pemilu KID Kabupaten Cirebon Tingkatan Kerja sama Antar Lembaga
Kejanggalan ini juga muncul, lanjut Bambang, lantaran Brigadir Setyo Herlambang merupakan seorang anggota Brimob berpangkat Brigadir Polisi yang sudah memiliki masa kerja minimal lebih dari delapan tahun.
Menurutnya, Brigadir Setyo Herlambang sudah seharusnya paham bagaimana menggunakan dan mengamankan senjatanya.
"Inikan tidak masuk akal. Makanya Humas harusnya menjelaskan dengan scientific crime investigation secara gamblang," tutur dia.
Baca Juga: Woww...Ternyata Ini Job yang Dilakukan Siskaeee Selama di Kamboja, Berapa Bayarannya?
Bambang mendesak agar Polri untuk mengusut tuntas penyebab kematian Brigadir Setyo Herlambang . Hal tersebut untuk tidak memunculkan spekulasi lebih jauh terkait tewasnya Brigadir Setyo Herlambang.
"Di mana luka tembak pada jenazah yang menyebabkan kematian dan di mana posisi senjata dengan lebih rinci agar tak memunculkan asumsi ke mana-mana," tandas dia.
Terpisah, Presiden Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni Nasution meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Perabowo harus segera turun tangan mengusut tuntas kasus tersebut.
Baca Juga: KKMI Karawang Launching Koperasi KKMI Karya Mukti
"(Kapolri) segera turun tangan dan menjelaskan kepada publik duduk persoalan yang sebenarnya setelah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Propam Polri tuntas," kata dia kepada pojoksatu.id, Senin 25 September 2023.
KPI juga menyoroti informasi yang beredar dari hasil autopsi yang menyatakan peluru tersebut mengenai Brigpol Setyo Herlambang hingga menembus jantung dan paru-paru korban.
Padahal, kata dia, jika merujuk kepada profil Brigpol Setyo Herlambang bukanlah anggota polisi kaleng-kaleng.
Baca Juga: Brigadir Setyo Herlambang Bunuh Diri Atau Dibunuh : Sekelas Brimob Tertembak Senjata Sendiri, Masuk Akal?
"Sehingga Propam Polri perlu mendalami lagi kematian Brigadir Setyo Herlambang tersebut mengingat pengalamannya yang pernah bertugas di gegana," ujarnya.
Dari pengalamannya, Brigpol Setyo Herlambang juga pernah bertugas di Gegana Satbrimob Polda Kaltara dengan Pasukan Gegana pada Korps Brigade Mobil (Brimob).
Dan sebagai kesatuan khusus Polri yang diberi tugas taktis seperti penjinakan bahan peledak, kontra terorisme dan pemberontakan.
Tak hanya itu, korban juga sebagai penyelamatan sandera, penanganan ancaman kimia-bilogi-radiasi (KBR), sampai intelijen.
Baca Juga: Drama Kontrak Blackpink dengan YG Entertainment : Jisoo dan Jennie Bakal Dirikan Agensi Sendiri
"Pasukan Gegana dikenal sebagai Penjinak Bahan Peledak atau Jihandak yang melakukan detonasi pada serangan-serangan dengan bom," ungkapnya.
Selain itu, kata Pitra, pihaknya juga mempertanyakan bagaimana cara Brigadir Setyo Herlambang membersihkan senjata api. Sehingga hal itu disimpulkan oleh penyidlik sebagai penyebab kamatian korban.
"Apakah dalam membersihkan senpi, Laras (Ujung Pistol) menghadap dadanya sehingga peluru menembus jantung dan paru-paru yang mengakibatkan pendarahan hebat," tegasnya.
Baca Juga: Pernah Tugas di Gegana dan Jihandak, Masuk Akal Nggak Brigadir Setyo Herlambang Lalai Bersihkan Senpi Sendiri?
Kejadian yang menewaskan ajudan Kapolda bernama Brigpol Setyo Herlambang terjadi pada Jumat (22/9/2023) sekitar pukul 13.10 WITA di rumah dinas Kapolda di dalam kamar korban sendiri.
Di samping korban, ditemukan senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi: HS178837. Senjata api tersebut adalah milik korban sendiri yang merupakan inventaris dinas.
Hasil olah TKP sementara diyakini korban saat itu seorang diri di dalam kamarnya. Di sisi lain ditemukan senjata api di dekat korban. ***


.webp)
