POJOKSATU.id - Dari sekian fakta, alat bukti dan temuan, baru 2 unsur yang terpenuhi jika ibu dan anak di Cinere Depok itu adalah kasus bunuh diri.

Akan tetapi, masih ada 2 unsur lain yang belum terpenuhi untuk memastikan bahwa ibu dan anak tewas di Cinere itu kasus bunuh diri.

Namun jika 2 unsur lainnya tidak terpenuhi, maka kasus ibu dan anak tewas di Cinere tidak bisa dianggap sebagai kasus bunuh diri.

Baca Juga: Ganda Putri Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto Juarai Indonesia Masters 2023

Demikian pemaparan pakar psikologi forensik Reza Indagiri Amriel yang ikut menyoroti kasus yang menghebohkan warga perumahan Bukit Indah Cinere tersebut.

Reza menjelaskan, ada 4 unsur yang harus terpenuhi untuk memutuskan apakah sebuah kematian yang tak diketahui itu kasus bunuh diri atau bukan.

4 unsur tersebut adalah ide bunuh diri, perencanaan bunuh diri, aksi bunuh diri dan kematian itu sendiri.

Baca Juga: Alasan Luhut Binsar Minta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperpanjang ke Surabaya

Dalam sebuah kasus bunuh diri, maka 4 unsur tersebut harus lebih dulu terpenuhi.

Jika memang 4 unsur dimaksud sudah terpenuhi, maka polisi bisa memastikan bahwa ibu dan anak tewas di Cinere itu adalah benar kasus bunuh diri.

Karena itu, penyidik pun harus mengungkap 4 unsur yang dimaksud kriminolog tersebut.

Baca Juga: KTT G20 di India: Jokowi Hadir, Xi dan Putin Absen, Ternyata Ini Alasannya

"4 hal ini yang harus diinvestigasikan oleh kepolisian untuk sampai pada kesimpulan bunuh diri," terang Reza kepada wartawan, dikutip Pojoksatu.id, pada Minggu 10 September 2023.

Berdasarkan hasil olah TKP, alat bukti dan temuan lainnya, Reza menyebut, baru 2 unsur yang terpenuhi dari 4 unsur yang ia sebutkan tadi.

2 unsur yang diungkap Reza terkait kasus ibu dan anak tewas tinggal kerangka di Cinere itu adalah rencana dan aksi.

"Kalau sebatas berbicara ada surat yang ditinggalkan, lalu mereka kehilanggan nyawa di kamar mandi dan itu disengaja, maka itu mengindilasikan adanya plan dan action," terangnya.

Baca Juga: Kamala Harris Bawa Mobil Super Canggih ke Jakarta, Intip Fitur Mobilnya

"Sudah dua unsur yang terjawab. Ada plan dan action," sambung Reza.

Dengan demikian, tinggal 2 unsur lagi untuk memastikan apakah benar ibu dan anak tewas di Cinere itu benar-benar kasus bunuh diri.

"Tinggal idea apa yang menyebabkan mereka meninggal, dan 4, tengang kematian itu sendiri," paparnya.

Baca Juga: Jess No Limit dan Siska Kohl Sambut Kedatangan Putri Pertamanya, Intip Nama Lengkapnya yang Membuat Semua Terp

"Apakah dead betul-betul bunuh diri, pembunuhan, atau yang lain," lanjut dia.

Di sisi lain, Reza juga menyebut bahwa kasus ini mirip dengan kasus di Kalideres, beberapa waktu lalu.

"Kasus ini mirip dengan kasus Kalideres yang mati lebih dari satu orang, maka perlu dicari tahu penyebab kematian masing-masing jenazah," papar dia.

Baca Juga: Tak Pernah Publikasikan Sosok Kekasih, Hana Hanifah Umumkan Menikah

Saat itu, ada 1 orang yang meninggal dunia karena menelan zat tertentu.

Akan tetapi aksi itu ternyata didahului dengan pengkondisian korban kedua.

Dengan hasil penyelidikan tersebut, diketahui bahwa teryata kasus di Kalideres itu bukan kasus bunuh diri.

"Maka, lebih tepat jika ini disebut pembunuhan. Karena pengkondisian oleh pihak lain, dipengaruhi pihak lain. Ini mendekati pembunuhan, bukan bunuh diri," tegasnya.

Baca Juga: Diumumkan 16 September, 10 Syarat Pendaftaran CPNS 2023 Kemenag dan 5 Dokumen Wajib Lengkap Link Pendaftaran

Karena itu, menurut Reza, polisi harus menyelidik penyebab kematian kedua korban satu per satu.

Dengan menelisik kematian ibu dan anak, maka penyidik bisa secara spesifik dapat membuat kesimpulan.

Apa yang menyebabkan sang ibu meninggal dunia, dan apa pula yang menyebabkan sang anak meninggal dunia dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Cek Formasi CPNS 2023 dan Formasi PPPK 2023 Kemenag di Laman casn.kemenag.go.id Lengkap Link Pendaftaran

"Jadi, tidak bisa pukul rata pasti karena bunuh diri atau akibat kecelakaan," tandas Reza Indragiri Amriel.***