POJOKSATU.id, DEPOK – Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel memberikan analisa soal penyebab kematian ibu anak di Cinere Depok Jawa Barat.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan file dokumen dalam laptop di lokasi penemuan kerangka ibu anak di Cinere Depok mengindikasikan korban terisolasi saat masih hidup.

Kedua korban ibu anak ini yaitu GA (64) dan anaknya DA (38) ditemukan sudah jadi kerangka di sebuah perumahan mewah di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Menurut Reza Indragiri Amriel, sekitar 90 persen kasus bunuh diri karena pelakunya mengidap gangguan afektif.

Baca Juga: KPK Watch Indonesia Puji KPK yang Periksa Ketum PKB Cak Imin, Yakin akan Tegak Lurus

Relasi sosial yang jauh, tambah Reza, menjadi penanda korban mengalami depresi atau gangguan afektif.

"Dalam pengertian bahwa sekitar 90 persen kasus bunuh diri para pelakunya memang mengidap gangguan afektif, perasaan yang tidak stabil, mood yang bergoyang, yang berayun, depresi dan seterusnya," jelas Reza kepada wartawan, Jumat (8/9/2023).

Reza lalu memberikan analisa mengenai tulisan yang ada di laptop korban. Menurutnya, kalimat 'To You Whomever' memang mengindikasikan adanya relasi sosial yang begitu jauh yang menjadi penanda orang orang yang barangkali mengalami depresi, mengalami gangguan afektif.

Kedua korban, kata Reza, seperti sudah membayangkan jasadnya ditemukan lewat penemuan secara sengaja atau tidak oleh orang lain.

Baca Juga: Hasil China Open 2023: Menangi Perang Saudara Lawan Vito, Jojo Tantang Axelsen di Semifinal

Reza menilai kedua korban sendiri tak tahu jenazah mereka nantinya akan ditemukan oleh siapa. Menurutnya, korban berjarak dengan lingkungan sosial.

"Kalimat 'To You Whomever' dengan demikian mengindikasikan bahwa boleh jadi keluarga ini memang sudah terisolasi sedemikian rupa, sudah berjarak sedemikian jauh dari lingkungan sosialnya,” jelasnya.

“Sampai-sampai pesan akhir yang mereka bikin pun tidak ditunjukkan kepada pihak tertentu," kata Reza lagi.

Baca Juga: Terinspirasi Ganjar Pranowo, Pena Mas Sosialisasikan Pentingnya Kerukunan Keluarga dalam Edukasi Parenting

Pilihan kata 'whomever' menjadi suatu yang unik, karena pesan itu seolah tidak dikirim kepada pihak tertentu secara spesifik, baik itu keluarganya, temannya, tetangganya, atau pihak tertentu yang memang dialamatkan akan menerima pesan tersebut.

"Seperti sudah membayangkan jenazah mereka akan ditemukan lewat penemuan secara entah itu sengaja maupun tidak sengaja,” jelasnya.

“Kita dapatkan suatu profil kecil tentang bagaimana relasi sosial orang yang mengakhiri hidupnya dengan lingkungan sosialnya pun itu menurut saya tidak terlalu mengejutkan," kata Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.***