POJOKSATU.id, JAKARTA-- Putri Alvin Lim, Kate Victoria Lim, menyesalkan ucapan yang diduga salah satu perwira Polri yang menyebut dengan kalimat 'lonte'.

Awalnya, Victoria mengirimkan sebuah video berjudul "Rest in Peace Justice, Keadilan Versi Kate Victoria Lim ke salah satu kontak yang ada di smart phone ayahnya bernama Bambang Siregar, yang adalah perwira Mabes Polri Dittipidsiber.

"Saya kirimkan link video berharap agar si perwira yang menetapkan ayah saya sebagai tersangka menonton dan mendengar opini dan masukan saya," kata Victoria dalam keterangannya, Rabu (6/9/2023).

Baca Juga: Marcus Thuram Siap Kudeta Giroud, Derby Milan Vibes di Kamp Timnas Prancis

"Namun, alangkah kagetnya saya ketika mendapatkan WA balasan 15 menit kemudian bertulisan 'Ih si lonte, anjing' karena saya tidak tau artinya, maka saya buka google untuk cari tahu arti kata lonte," sambungnya.

Setelah mengetahui artinya, Victoria mengaku kaget karena artinya begitu tidak menyenangkan.

"Alangkah kagetnya ketika mengetahui arti kata lonte (disebut juga sebagai jalang, cabe-cabean, ayam kampus, atau kimcil, adalah istilah untuk menyebut seseorang, umumnya perempuan, yang dianggap pelacur, pelakor atau pelaku tindak asusila," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa melalui kantor hukum ayahnya, LQ Indonesia Lawfirm telah mengirimkan aduan dugaan pelanggaran etik terhadap orang yang bersangkutan, namun hingga hari ini Mabes Polri tidak mau menanggapi.

Baca Juga: Rocky Gerung Digarap Polisi Sampai Malam-malam, Dicecar 40 Pertanyaan Selama 6 Jam

"Brigjen Adi Vivid bilang ke media bahwa mekanisme menyampaikan keberatan ada prosedurnya yaitu ke wasidik dan propam, kedua nya telah kami lakukan berkali-kali, kami ada bukti tandaterima nya, namun saya katakan tidak ada tindaklanjut, dipanggil sebagai pengadu saja tidak pernah," kata Victoria.

"Jadi Pak Adi Vivid yang terhormat, apa anda tidak tahu itu atau pura-pura tidak tahu bahwa prosedur dan mekanisme itu sudah kami lakukan, namun pihak Polri tidak pernah proses dan jalankan. Sehingga, jalan terakhir memperoleh keadilan adalah dengan saya bercerita ke media agar menjadi perhatian dan di bantu pantau masyarakat," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa handphone papanya selama dalam tahanan dipegang secara bergantian oleh dirinya, ibu sambung dan admin kantor untuk membalas pesan usaha lawfirmnya.

"Hal pribadi saya atau ibu sambung saya yang balas, hal urusan kantor dan klien dibalas oleh admin kantor sehingga tetap jalan dan bisa diurus perihal kantor hukum," pungkasnya.***