POJOKSATU.ID - Ibu almarhum Imam Masykur, Fauziah bersama sejumlah perwakilan keluarga dan Tim Kuasa Hukum Hotman 911 tiba di Jakarta sejak Minggu (3/9/2023) kemarin.
Rombongan itu disambut oleh anggota DPD perwakilan Provinsi Nangroe Aceh Darussam, Sudirman Haji Uma setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Fauziah mengaku masih merasa janggal kematian anaknya pada 12 Agustus 2023 lalu itu. Ia menuntut keadilan dan penyebab pasti anaknya meninggal diketahui secara terang.
Baca Juga: Link Live Streaming China Open 2023 Selasa Hari Ini, Dimulai dengan Aksi Ripith dan Deglo
Fauziah sendiri akan bertemu pengacara Hotman Paris hari ini. Kedatangan Fauziah sekaligus ingin bertemu dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk meminta kejelasan kasus yang menewaskan putranya oleh oknum Paspampres dan TNI AD lainnya.
"Hari ini Ibu Fauziah dan Keluarga akan bertemu dengan Hotman Paris di Kopi Johnny. Selanjutnya, Tim Hotman 911 akan mendampingi Ibu Fauziah untuk bisa bertemu dengan Panglima TNI," kata Hotman Paris kepada Pojoksatu.id, Selasa (5/9/2023)
Seperti diketahui, kasus penculikan yang dilakukan oleh oknum Paspampres bernama Praka Riswandi Manik bersama dua anggota TNI lainnya, yaitu anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, Praka HS, dan anggota Kodam Iskandar Muda, Praka J, menjadi sorotan.
Baca Juga: 11 Ide Desain Kamar Tidur Sekaligus Ruang Belajar yang Nyaman untuk Anak
Ketiganya diduga menculik dan menganiaya seorang warga Aceh bernama Imam Masykur (25) di Ciputat, Tangsel pada 12 Agustus 2023 lalu.
Akibat kejadian ini, Imam tewas dan baru diketemukan sepekan lebih di Karawang.
Awalnya, Imam diculik saat berada di sebuah toko di Jakarta pada Sabtu (12/8) lalu. Imam dituding terlibat penjualan obat ilegal itu diminta memberikan uang Rp 50 juta kepada pelaku agar bisa dibebaskan.
Baca Juga: China Open 2023 Live di Mana? 9 Wakil Indonesia Tampil di Hari Pertama
Akibat permintaan tak dipenuhi, Imam dianiaya hingga tewas bahkan video penganiayaan itu dikirim ke keluarga Imam.
Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, sebelumnya mengungkapkan ketiga pelaku sempat mengaku sebagai polisi saat menculik Imam. Setelah Imam tewas, Praka Riswandi dan dua temannya membuang jasad Imam dari atas jembatan waduk di Purwakarta, Jawa Barat.
"Dia dibuang di waduk, di jembatan Waduk Purwakarta. Kemudian hanyut, tanggal 15 (Agustus) ketemu di sungai di daerah Karawang," terang Irsyad.
"Pria tidak dikenal ini (jenazah korban) diamankan kepolisian dibawa ke RSUD Karawang. Tanggal 15 ketemunya, tiga hari itu dia di sungai. Tanggal 23 Agustus kita baru ambil jenazah itu," sambungnya. ***



