POJOKSATU.id - Setelah menunggu lama, akhirnya LRT Jabodebek bisa dinikmati oleh warga ibu kota.

Proyek kereta api ringan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Agustus 2023 di stasiun Cawang.

LRT Jabodebek memiliki tiga koridor dengan panjang total 44 km dan 18 stasiun.

Baca Juga: LRT Jabodebek Resmi Beroperasi: Era Baru Mobilitas Jakarta dengan Layanan Terintegrasi dan Non Tunai

Proyek ini menggunakan teknologi U-shaped girder dan sistem Grade of Automation (GoA) 3.

LRT Jabodebek merupakan hasil kerjasama antara beberapa BUMN dan kementerian, seperti PT Adhi Karya, PT KAI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN.

Nilai total proyek ini mencapai Rp 23,3 triliun, di mana PT Adhi Karya mendapatkan Rp 17,2 triliun.

Baca Juga: LRT Jabodebek dengan 434 Perjalanan Resmi Beroperasi 18 Agustus, Tarif Tertinggi Rp 20 Ribuan

PT Adhi Karya tidak hanya menggarap LRT Jabodebek, tetapi juga dua proyek kereta api mega lainnya.

Pertama, MRT Jakarta CP 201 senilai Rp 4 triliun dan CP 202 senilai Rp 2,8 triliun.

Kedua, fasilitas kereta api di Manila, Filipina dengan nilai kontrak Rp 3,7 triliun untuk bagian PT Adhi Karya.

Baca Juga: XL Axiata Memastikan Jaringan Data Siap Melayani Seluruh Jalur LRT

LRT Jabodebek diharapkan bisa beroperasi pada 12 Juni 2023, sementara MRT Jakarta diharapkan bisa selesai pada akhir 2023.

Dengan adanya proyek-proyek ini, diharapkan mobilitas warga Jakarta bisa lebih lancar dan nyaman.

Selain itu, proyek-proyek ini juga menunjukkan kemajuan Indonesia dalam bidang infrastruktur transportasi.***