POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kerjasama politik atau koalisi Gerindra dan PKB sudah berakhir atau KKIR sudah bubar.

Dengan keputusan yang telah diambil PKB bergabung ke Nasdem, maka kerjasama politik atau Koalisi Gerindra dan PKB  sudah bubar.

Menurut Dasco, sejatinya Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yaitu Gerindra, Golkar, PAN, dan PKB tetap solid.

Bahkan kerjasama antara Partai Gerindra dan PKB belum ada yang berubah terutama dalam hal penentuan capres dan cawapres.

Baca Juga: SBY Merasa Bersyukur Partainya Dikhianati Anies Baswedan Sejak Dini : Kita Diselamatkan Sejarah

Pasalnya penentuan cawapres diserahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto.

"Dalam prakteknya, kerjasama politik antara Partai Gerindra dan PKB belum ada yang berubah terutama dalam hal penentuan capres dan cawapres," kata Dasco dalam konferensi persnya, Jumat, 1 September 2023.

Menurut Dasco, adapun penamaan Koalisi Indonesia Maju, terjadi spontan saat perayaan HUT PAN, Selasa 29 Agustus di Hotel Sultan.

Sebab pada saat itu, Prabowo melihat ada penambahan dua partai dalam koalisi yaitu PAN dan Golkar, serta PBB sehingga diberi nama Koalisi Indonesia Maju.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Optimalisasi PPPK 2022 Hari Ini, P3K Kemenag Dapat Kuota Terbanyak, Cek di Sini

"Itu penamaan Koalisi Indonesia Maju terjadi spontan, pemberian nama Koalisi Indonesia Maju bukan berarti membubarkan kerjasama politik antara Gerindra dan PKB," ujarnya.

Dasco juga menuturkan alasan Prabowo memberi nama Koalisi Indonesia Maju itu, tujuannya untuk menyolidkan empat partai yang berkoalisi.

Bahkan selama ini Gerindra tidak pernah akan melanggar perjanjian yang telah tertulis antara Gerindra dan PKB,

"Kami tidak akan pernah menghianati dan meninggalkan kawan seperjuangan," tegasnya.

Baca Juga: PKB Hengkang, Siap-siap Prabowo Subianto Bakal Kehilangan Suara di Jateng dan Jatim

Dengan dinamika politik yang terjadi, kata Dasco, dengan demikian keputusan yang telah diambil oleh PKB bergabung ke Nasdem, maka kerjasama politik gerindra dan PKB berakhir.

"Sehingga otomatis menyebabkan kerjasama politik gerindra dan PKB berakhir atau koalisi KKIR menjadi bubar dengan sendirinya," tegas Dasco.

"Pada prinsipnya kami menghormati, mengucapkan selamat berjuang, serta mengajak untuk bersama-sama menjaga iklim pemilu yang akan datang dengan sejuk dan damai," tuturnya lagi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mendapatkan informasi bahwa Anies Rasyid Baswedan dan Partai Nasdem telah meneken kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadikan Muhaimin Iskandar menjadi cawapres Anies.

Baca Juga: ARMY Paling Beruntung di Dunia, Diajak Makan, Semobil dan Foto Berdua Bareng V BTS

Penekenan kerja sama yang dilakukan sepihak itu disebutnya dilakukan pada Rabu, 30 Agustus 2023.

Partai Demokrat sendiri sudah mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Anies dan dibenarkan oleh mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Partai berlambang bintang mercy itu juga dipaksa untuk menerima kesepakatan tersebut.

"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," kata Teuku Riefky.***