POJOKSATU.id - Fakta baru terus terungkap usai Praka Riswandi Cs ditangkap terkait kasus penculikan dan penyiksaan warga Aceh, Imam Masykur.

Saat ini, Praka Riswandi Manik (29) dan 2 anggota TNI komplotannya sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani pemeriksaan intentif.

2 anggota TNI komplotan Praka Riswandi Manik itu yakni Praka HS dan Praka J.

Baca Juga: Xpora Indonesia International Challenge 2023 : Kalahkan Wakil Thailand, Tommy Sugiarto Lolos ke 32 Besar

Keduanya adalah angggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat dan anggota TNI di Kodam Iskandar Muda.

Sementara 3 pelaku lainnya adalah masyarakat sipil yang salah satunya adalah Zulhadi Satria Saputra.

Zulhadi Satria Saputra tidak lain adalah kakak ipar Praka Riswandi Manik.

Baca Juga: Daftar 27 Pemain Timnas Indonesia U23 untuk Kualifikasi Piala Asia U23 2024, Termasuk 3 Pemain Dihukum AFC

Saat penculikan Imam Masykur, kakak dari istri oknum Paspampres itu berperan sebagai sopir.

Sementara dua tersangka lainnya berperan sebagai pendadah barang-barang hasil kejahatan yang dilakukan Praka Riswandi Manik Cs.

Saat ini, ketiga tersangka yang merupaka warga sipil itu sudah diserahkan dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Jiwa Batujaya, Candi Tertua di Tanah Jawa Kokoh Berdiri di Balik Kawasan Industri Karawang

Ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kakak sepupu Imam Masykur, Said Sulaiman mengungkap, korban bukan orang kaya.

Korban yang masih bujang itu merantau ke Ciputat sejak Januari 2023 dan selama ini menumpang di rumah Sulaiman.

Sulaiman yang juga memiliki toko kosmetik lain mempekerjakan Imam di tokonya yang berada di Rempoa.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Turun Tangan Warga Tetanggaan Yang Berkonflik Akhirnya Berdamai, Tembok Pembatas Bakal Di Bongkar

Ia menceritakan, mulanya ia mendapat kabar dari warga sekitar ada keributan di depan toko kosmetik miliknya yang dijaga oleh korban.

Itu terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023, sekitar pukul 17.00 WIB.

Mendapat kabar tersebut, Sulaiman langsung menuju ke lokasi. Akan tetapi saat itu Imam Masykur sudah tidak ada.

Baca Juga: Momen Jokowi Tunjuk Ganjar Pranowo di Depan Prabowo Subianto, Warga Langsung Teriak ‘Presiden’

Dari keterangan warga, saat itu Imam Masykur sedang salat di dalam toko kosmetik milik Sulaiman yang ia jaga.

Selanjutnya datang seseorng berbadan tegap dan berambut cepak langsung masuk ke dalam toko.

Tidak hanya itu, pelaku juga langsung menyeret Imam yang saat itu sedang salat.

Baca Juga: Terbukti Lakukan Penipuan dalam Kasus Reseller iPhone Si Kembar, Pungky Divonis 4 Bulan Penjara

Karena itu korban melawan dan sempat terjadi perkelahian dengan pelaku yang membuat warga berdatangan.

Saat korban melawan itulah kemudian datang 2 pria lain, juga dengan badan tegap dan rambut cepak dari dalam mobil yang diparkir di seberang jalan.

Warga sempat akan membantu korban. Akan tetapi ketiga pria tersebut mengaku sebagai anggota polisi yang akan menangkap Imam.

Mendengar hal itu, warga berangsur mundur. Sementara Imam langsung diborgol dan diseret masuk ke dalam mobil.

Baca Juga: Tiga Dari Lima Anggota Bawaslu Purwakarta Wajah Baru, Berikut Nama-nama Anggota Bawaslu Yang Sudah Dilantik

Karena itu, Sulaiman langsung berinisiatif menelepon nomor korban. Berkali-kali. Tapi ternyata sudah tidak aktif.

 

Komunikasi Terakhir Imam Masykur

Baru pada malam harinya Sulaiman mendapat telepon dari nomor Imam Masykur.

Kepada Sulaiman, Imam mengaku diculik dan mendapatkan penyiksaan dari para pelaku.

Baca Juga: Hanya Bertahan 3 Minggu Menutup Aurat, Ini Alasan Ratu Rizky Nabila Melepas Hijab dan Cadar

Sempat ditanya dimana lokasiny oleh Sulaiman tapi Imam tidak menjawab.

Saat itu, Sulaiman hanya mendengar Imam yang menangis dan bicara dengan terbata-bata.

Kepada dirinya, Imam meminta tolong agar dibantu untuk mencarikan uang Rp50 juta.

Baca Juga: Musim Kedua Serial 'The Idol' yang Dibintangi The Weeknd dan Jennie Blackpink Resmi Dibatalkan

Uang itu diminta oleh para pelaku penculikan dan penyiksaan dirinya sebagai tebusan.

Imam juga berjanji akan mengembalikan uang tersebut kepada Sulaiman setiba di Aceh.

Sulaiman menyanggupi permintaan Imam dengan mencarikan Rp50 juta sesuai yang diminta para penculik.

Baca Juga: Pemkot Bandung Ambil Langkah Darurat Manfaatkan Lapangan Tegalega Untuk Buang Sampah

Di sela komunikasi itu, Imam juga meminta Sulaiman agar uang tersebut bisa secepatnya disediakan.

Sebab, kata Imam kepada Sulaiman, waktunya tinggal sedikiti dan ia akan dibunuh oleh para penculik.

 

Ancaman Praka Riswandi Manik

Setelah komunikasi tersebut, ibunda Imam Masykur di Aceh, Fauziah, menelepon Sulaiman.

Fauziah menanyakan apakah benar kabar bahwa anaknya diculik orang tidak dikenal.

Baca Juga: Jokowi dan Habib Luthfi Masuk Daftar Muslim Berpengaruh di Dunia, Prabowo Subianto Cari Kesempatan

Ternyata, sebelum menelepon Sulaiman, Fauziah sempat mendapat telepon dari anaknya.

Dalam sambungan telepon itu, Imam bercerita sembari menangis.

Kepada ibunya, Imam meminta tolong dicarikan uang Rp50 juta sesuai permintaan para Praka Riswandi Manik Cs.

Baca Juga: Tanah Air Kedua: Kim Bum dan Maudy Ayunda Berkolaborasi dalam Kisah Pahlawan Garut, Yang Chil Seong

Imam juga mengaku kepada ibunya bahwa dirinya sudah sangat kesakitan dan sudah tidak tahan lagi.

Saat itu, pelaku penculikan juga sempat berbicara sebentar dengan Fauziah melalui sambungan telepon Imam Masykur.

Kepada Fauziah, pelaku memerintahkan agar secepatnya menyediakan uang Rp50 juta untuk menebus Imam.

Baca Juga: Babak Akhir Sengkarut Penipuan iPhone Si Kembar Rihana Rihani, Pungky Siap Hadapi Sidang Vonis

Jika uang itu tidak ada, maka Imam akan dibunuh dan mayatnya dibuang ke laut.

Akan tetapi, uang yang tidak sedikit itu tidak bisa didapat setelah berhari-hari berusaha.

Sampai akhirnya pihak keluarga mendapat kabar adanya penemuan mayat yang ditemukan sudah membusuk dari sungai di Karawang.

Baca Juga: Kota Bandung Darurat Sampah, Pemkot Cari Lokasi TPA Alternatif, Siapkan Biaya Tak Terduga

Setelah dikirim ke RSPAD Gatot Subroto, diketahui bahwa mayat tersebut tidak lain adalah Imam Masykur, korban penculikan dan penyiksaan Praka Riswandi Manik Cs.***