POJOKSATU.id - Dukungan Budiman Sudjatmiko kepada Prabowo Subianto dinilai malah berpotensi merugikan dan membawa blunder.

Pasalnya, Budiman Sudjatmiko sudah tidak lagi bersinar di PDIP setelah kalah caleg pada 2019 lalu.

Dukungan untuk Prabowo Subianto sebagai capres 2024 itu bisa jadi tidak lebih panggung politik bagi Budiman Sidjatmiko.

Baca Juga: Ngerinya Detik-detik Oknum Paspampres Culik Warga Aceh, Saksi di Lokasi sampai Ketakutan Sebutkan Namanya

Dukungan Budiman kepada Prabowo itu dilakukan dengan membentuk relawan Prabu (Prabowo-Budiman).

Demikian disampaikan pengamat politik Yunarto Wijaya menanggapi manuver politikus yang kini sudah dipecat PDIP itu.

"Kalau saya pribadi melihatnya ini blunder untuk Pak Prabowo. Kalau kita baca monitoring dari pemberitaan terkait Budiman Sujatmiko, hanya Budiman yang untung, Prabowo yang rugi," kata Yunarto, Minggu 27 Agustus 2023.

Baca Juga: Ingin Tahu Identitas Oknum Paspampres Siksa Warga Aceh? Ini Loh Nama, Pangkat dan Tempat Dinasnya

Dengan dukungan kepada Prabowo, Budiman akhirnya mendapatkan panggung atau perhatian publik dengan pembahasan tentang kasus "98".

Sementara peran Prabowo juga terangkat kembali, termasuk fakta pemberhentiannya dari TNI karena dinilai bersalah oleh Dewan Kehormatan Kehormatan (DKP) ABRI.

Dalam berbagai forum, Budiman terlihat kerap menyampaikan kembali tentang kasus tersebut yang berkaitan dengan seputar penculikan aktivis dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga: Selena Gomez Rilis Lagu Terbaru 'Single Soon', Justin Bieber Justru Posting Begini di Instagramnya

"Budiman mendapatkan panggung, tetapi pembicaraan mengenai kasus 98, penculikan aktivis, itu malah menjadi bunyi kembali," kata dia.

Karena itu, menurut Yunarto, sejatinya tidak ada yang diuntungkan dari dukungan Budiman kepada Prabowo.

"Jadi, kalau ditanya siapa yang mendapatkan narasi positif di sini, saya kira tidak ada," ujar Yunarto.

Yunarto menyebut, selama ini pengaruh Budiman di PDIP juga sudah mulai meredup.

Baca Juga: Hotman Paris Unggah Rekaman Suara Kronologi Penculikan Oknum Paspampres di Ciputat, Ngeri

Selain itu perannya juga semakin tidak signifikan bagi partai meskipun telah menjadi kader PDIP sejak lama.

Terlebih, setelah yang bersangkutan gagal menjadi anggota legislatif dalam Pemilihan Legislatif 2019 lalu.

Karena itu, Budiman dinilai tengah mencari tempat baru agar bisa mengangkat namanya lagi.

Baca Juga: Kalah dari Unggulan Pertama di Final, Prifad Gagal Jadi Juara Dunia BWF 2023

"Sekarang mendapatkan kendaraan baru dan panggung baru," tutur Yunarto.

Yunarto lantas mengulas dampak dukungan Budiman Sudjatmiko kepada Prabowo Subianto.

"Pak Prabowo justru malah mendapatkan tone negatif karena perbincangan yang selama ini menjadi beban buat Pak Prabowo, yang membayang-bayangi selalu Prabowo Subianto naik turun terkait dengan 98 yang penculikan aktivis," ulasnya.

Baca Juga: Tantang Debat Kapolri Soal Hukum, Kate Victoria Lim Didukung Ribuan Netizen

Hal inilah yang kemudian memantik isu yang sebelumnya terpendam, kembali ke permukaan.

"Karena adanya isu Budiman Sujatmiko (dukung Prabowo), itu (kasus 98) kembali naik," tandasnya.***