POJOKSATU.id, JAKARTA-- Majelis Al-Muwasholah Baina Ulama Al-Muslimin, pihak yang mengundang Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia memberi klarifikasi terkait viral baliho atau foto Habib Umar disandingkan dengan Ganjar Pranowo.
Diakuinya, bahwa baliho yang viral disandingkannya Habib Umar dengan Capres Ganjar Pranowo itu murni kecerobohan pihak panitia.
"Ini murni kesalahpahaman panitia dan tindakan yang tidak semestinya karena dibuat tanpa izin dan tanpa sepengetahuan Majelis Al-Muwasholah," Ketua Dewan Syuro Majelis Almuwasholah, Sholeh bin Muhammad Al Jufri, Sabtu, 26 Agustus 2023.
Baca Juga: Viral Foto Ganjar Pranowo Disandingkan dengah Habib Umar bin Hafidz, Istilah Kadrun Muncul Lagi
Sholeh menegaskan, dakwah Habib Umar ke Indonesia sedikit pun tidak ada kaitannya dengan politik yang ada di Indonesia, termasuk baliho terhadap salah satu capres yang disandingkan itu.
"Dakwah Al Habib Umar di manapun tidak ada kaitannya dengan politik praktis," ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga membantah bahwa baliho Habib Umar yang disandingkan terhadap salah satu capres, bukan berarti ulama asal Yaman itu mendukungnya.
Baca Juga: 2 Orang Tua Bayi Tertukar di Bogor Ikhlas Terima Hasil Tes DNA, Proses Pertukaran 1 Bulan
Akan tetapi, pemasangan baliho dengan disandingkannya foto Habib Umar murni tanpa sepengetahuan panitia.
"Jika ditemukan adanya baleho, poster, foto ataupun video yang dikaitkan kepada al Habib Umar dengan tokoh politik manapun adalah tidak benar adanya," ujarnya.
Sebelumnya, ramai di media sosial twitter spanduk Ganjar Pranowo disandingkan dengan foto Habib Umar bin Hafidz Spanduk capres dari Partai PDIP itu diunggah oleh akun twitter @NenkMonica.
Foto yang diunggah itu, sudah hampir 20.00 yang menyukai dan 400 lebih yang mengomentari foto Ganjar disandingkan dengan Habib Umar.
Dalam baliho itu tertulis 'Selamat Datang Guru Mulia Al Habib Umar Bin Hafidz di Provinsi Kalimantan Tengah. Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Tanah Penuh Keberkahan'.
Di baliho itu, juga tertulis 'Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024.***



