POJOKSATU.id - Elektabilitas Ganjar Pranowo kembali naik sekaligus menyalip Prabowo Subianto dan mengalahkan Anies Baswedan.
Hasil itu tergambar dalam simulasi 3 nama yang digelar lembaga survei Indikator Politik Indonesia, yang dirilis pada Jumat 19 Agustus 2023.
Dalam jajak pendapat itu, elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 35,2 persen jika pemilihan presiden diadakan sekarang.
Sementara Prabowo Subianto 33,2 persen sedangkan Anies Baswedan 23,9 persen.
"Simulasi 3 nama ini lagi-lagi kita tanya, kebetulan di antara banyak nama hanya Ganjar, Anies, dan Prabowo yang dinamis dan potensial," ungkap peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi.
Burhanuddin mengungkap, bahwa elektanilitas para kandidat capres Pilpres 2024 sangat dinamis dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran PPPK Kemenag 2023, Seleksi Administrasi Dimulai 17 September Sampai 5 Oktober
Akan tetapi elektablitas Ganjar memiliki rata-rata kenaikan tertinggi dibanding kandidat lainnya.
“Elektabilitas capres naik turun, kita punya datanya pilihan publik kepada capres itu naik dan turun," kata dia.
Diungkapkan, bahwa elektabilitas Prabowo sempat unggul di sepanjang 2021-2022.
Akan tetapi giliran Ganjar yang menyalip pada April 2023.
"Kemudian, pada 2023 Prabowo sempat menyalip Ganjar dan sekarang lagi-lagi disalip (Ganjar di atas),” ungkap dia.
Dari 3 bacapres tersebut, kata dia, elektabiltas Ganjar disebut yang konsisten naik.
"Tetapi rata-rata tiap tahun Ganjar konsisten meningkat,” sambungnya.
Baca Juga: Naik 8 Persen, Ini Daftar Gaji PNS 2024 dari Golongan I Sampai IV
Dari dukungan, Burhanuddin menyebut bahwa dukungan Ganjar banyak datang dari etnis Jawa.
Di sisi lain, Jawa sekaligus menjadi kunci dalam perebutan suara dan dukungan.
Karena itu, Burhanuddin menyebut bahwa Jawa bisa menjadi kunci.
Baca Juga: Berburu Sate Kuah Kacang di Kota Medan, Ada yang Legend Berdiri Sejak Tahun 1945
“Etnik Jawa cenderung ke Ganjar, saking besarnya pemilih Jawa maka adalah kunci," kata dia.
Diakui Burhanuddin, Prabowo juga sejatinya juga merupakan etnis Jawa, yang notabene asli Banyumas.
"Tetapi sebagian mungkin tidak melihat atau kurang tahu Prabowo punya latar belakang itu,” ujarnya.
Baca Juga: Jabatan Mentereng Dedi Mulyadi di Partai Gerindra, Wakil Ketua Dewan Pembina Dampingi Prabowo
Untuk diketahui, survei Indikator Politik Indonesia ini digelar pada 15-21 Juli 2023 dengan populasi survei seluruh warga Indonesia yang berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah (kriteria pemilih).
Survei ini melibatkan sebanyak 1.811 responden dengan metode multistage random sampling.
Sementara margin of error mencapai 2,35 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.***




