POJOKSATU.ID, JAKARTA - Kebakaran hebat melanda rumah makan di Jalan KH Syafe'i Hazami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang merembet ke lokasi parkir hingga menghanguskan ratusan motor.
Kebakaran hebat itu diduga bermula dari seseorang yang membakar sampah di sekitar lokasi. Kebakaran terjadi pada Jumat (11/8/2023) sekitar pukul 18.15 WIB.
Seorang warga bernama Latif mengatakan, kebakaran hebat itu dari seseorang yang membakar sampah di area belakang warung makan.
Baca Juga: Tanah Abang
Namun, Latif tidak mengetahui pasti siapa orang tersebut karena usai membakar ditinggal begitu saja.
"Tadi ada orang yang lagi nabun di belakang, bakar sampah. Tapi nggak tahu siapa orangnya," ujar dia kepada wartawan di lokasi kebakaran.
Orang yang membakar sampah tersebut, tiba-tiba pergi meninggalkan area belakang warung makan. Akibatnya, percikan api muncul dan merembet ke area triplek di sekitar warung hingga menghanguskan lahan parkir motor si sebelahnya.
Api yang cepat membesar itu melahap seluruh area warung makan berlantai dua. Kobaran api juga melahap ratusan motor di dekat lokasi.
"Orangnya bakar sampah, tapi disinyalir ditinggal pergi ke mana tahu. Lalu merambat ke triplek dan apinya langsung berkobar besar," pungkasnya.
Polisi sebelumnya mengamankan seorang juru parkir dan tukang soto terkait kebakaran tersebut. Keduanya diamankan untuk dimintai keterangan peristiwa kebakaran.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama Iptu Iwan, pihaknya telah mengamankan seorang juru parkir yang menjaga motor di dalam warung makan tersebut.
Akibat kebakaran itu, total 105 motor yang ia jaga hangus terbakar.
"Seorang juru parkir dibawa ke polsek. Kami mintai keterangan soal kebakaran. Kami juga membawa seorang tukang soto, keduanya diperiksa untuk dimintai keterangan," pungkasnya.
Terpisah, Perwira piket Suku Dinas Gulkarmat Jaksel, Suhudi, mengatakan ada sekitar 105 motor yang hangus terbakar. Motor tersebut terparkir tepat di belakang rumah makan yang menjadi objek kebakaran.
"Data sementara berjumlah 105 motor. Tapi ini belum data pasti," ungkap Suhudi kepada wartawan di lokasi.***



