POJOKSATU.id, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, mengungkap Mohamad Guntur Romli ternyata sudah tak aktif lagi di PSI setelah pencalegan pada Pemilu 2019.
Namun meski sudah empat tahun tak aktif lagi di PSI, PSI tetap kaget mengetahui alasan Guntur Romli keluar dari partai.
Andy Budiman mengatakan Guntur Romli adalah teman dekatnya. Namun dia kaget alasan Mohamad Guntur Romli mundur dari PSI hanya karena kedatangan Prabowo ke PSI.
Menurutnya, kedatangan Prabowo hanya silaturahim biasa seperti Puan Maharani bertemu Prabowo. Bahkan menurut Andy, Prabowo dulu pernah menjadi Cawapresnya Megawati Soekarnoputri pada Pemilu beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Mahfud MD Minta Perusahaan Kabel Fiber Optik yang Bikin Celaka Segera Temui Sultan Rif'at
“Toh PSI belum memfinalisasi sikap soal capres ini," kata Andy dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/8/2023).
Andy mencoba memahami posisi Guntur selaku Ketua Relawan Ganjarian. Dan PSI bisa memaklumi keputusan Guntur Romli.
Meski PSI sendiri belum mengambil keputusan final ke capres mana mereka akan berlabuh.
Masih ada mekanisme internal yang mereka lalukan dan mereka mengikuti pernyataan Presiden Jokowi yang meminta jangan terburu-buru soal capres cawapres 2024 ini.
Seperti diketahui, Mohamad Guntur Romli keluar dari PSI karena tidak bisa menerima dinamika PSI yang semakin dekat dengan Prabowo Subianto.
"Ada hal yang menganggu hati nurani saya dan idealisme saya dengan kehadiran Prabowo Subianto di DPP PSI, Rabu 2 Agustus 2023," kata Guntur Romli.
Gerindra Beri Tanggapan
Sementara itu Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman saat dihubungi, Sabtu (5/8/2023) mengatakan hak Guntur Romli untuk keluar masuk sebuah partai politik. Soal apakah penyebabnya karena kedatangan Prabowo ke PSI, hal itu di luar kuasa Partai Gerindra.
Habiburokhman menilai Guntur Romli sebagai seorang pribadi yang baik dan cerdas.
Dia menyebut tidak bisa memaksa orang untuk dapat senang atau tidak terhadap Prabowo Subianto.***




