POJOKSATU.ID- Jelang pilpres 2024 mendatang, isu Hak Asasi Manusia (HAM) mulai kembali digoreng. Isu HAM ini lagi-lagi dialamatkan kepada salah satu capres yaitu Prabowo Subianto.
Menanggapi hal itu, Eks Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Poltak Agustinus Sinaga mengatakan isu HAM di Pilpres 2024 mendatang, sejatinya harus diperjuangkan untuk mereka yang tertindas.
"Artinya Hak Asasi Manusia itu merupakan hal yang sakral yang perlu dipenuhi, dilindungi dan diperjuangkan," kata Poltak Agustinus kepada pojoksatu.id, Jumat 28 Juli 2023.
Baca Juga: Hanya 25 Menit Fajri Tumbangkan The Daddies di Perempat Final Japan Open 2023
Namun menjelang musim politik, isu HAM itu malah justru mulai diperdagangkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan untuk menyerang kepribadian salah satu capres.
Hal ini, kata Poltak, sangat disayangkan, mengingat HAM mempunyai nilai-nilai untuk diperjuangkan bukan malah menjadi isu lima tahunan.
"Malah 'diperdagangkan' menjadi isu lima tahunan, saja sehingga HAM tetap sakral dan tidak menjadi kepentingan segelintir orang yang mencari keuntungan atas nama Hak Asasi Manusia," ujarnya.
Baca Juga: Sejarah Kelam Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Luka Masyarakat Belum Disembuhkan
Poltak Agustinus yang merukan pegiat HAM mengaku geli melihat segelintir tokoh dan politisi yang kerap memainkan isu HAM, semata hanya untuk kepentingah politik lima tahunan.
Bahkan, lanjutnya, pihak yang memainkan isu HAM menjelang Pilpres itu terlihat bak peduli dengan HAM.
"Kami sangat tersinggung kepada orang - orang yang berbicara HAM setiap lima tahun sekali, selama ini ke mana? Ngapain? Sudah 25 tahun Reformasi ngapain aja? Kok tiba-tiba peduli dengan HAM," tuturnya.
Baca Juga: Mubeat Beberkan Lagi Daftar Artis yang Fansnya Memberikan Vote Ilegal, Jungkook dan NCT Dream Terbanyak
Karena itu, Poltak Agustinus mengingatkan kepada pihak-pihak yang menggunakan isu HAM untuk menyerang pribadi seseoran agar menyudahi menggoreng isu murahan tersebut.
Apalagi, isu merahan tersebut hanya semata-mata untuk kepentingan politik dan kelompok tertentu.
"Kami ingatkan untuk jangan sekali-kali memakai isu HAM untuk kepentingan pribadi, politik dan kelompok tertentu. Jangan membuat HAM menjadi issu murahan yang selalu di goreng-goreng ketika ada kepentingan," tegasnya.
Baca Juga: Pelaku KDRT Tangsel Budyanto Djauhari Tambah Apes, Pasalnya Diperberat
Seperti diketahui, isu HAM di masa lalu kerap dialamatkan kepada Prabowo Subianto.
Bahkan Ketum Partai Gerindra itu termasuk salah satu yang harus dimintai pertanggungjawabannya terkait kasus HAM di masa lalu tersebut.
Isu-isu seperti pelanggaran HAM di masa lalu, juga seringkali menjadi referensi masyarakat dalam menjatuhkan pilihan politiknya ***



