POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kasus penipuan diduga terjadi di Shopee Ekpres. Modus yang dilancarkan Shopee Ekpres yaitu barang ditukar kemudian penjual yang disalahkan.

Hal ini dialami oleh salah satu penjual di Shopee Ekpres bernama Bajra Bagaswara dengan nama toko RizkyApple.

Dari pengakuan Bajra Bagaswara, pihaknya sudah jualan di Shopee selama 10 tahun. Namun tiba-tiba ia dipaksa untuk beralih jualan di Shopee Expres.

"Saya sudah berjualan handphone selama 10 tahun. Saya jualan di toko hijau sudah 9 tahun dan jualan di Shopee sudah 4 tahun, dengan puluhan ribu transaksi sukses (nama toko saya: RizkyApple)," kata Bajra pemilik toko RizkyApple kepada redaksi, Rabu 26 Juli 2023.

Baca Juga: Soal Duet Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Pengamat Politik : Pasti Direstui Jokowi

Bajra akui selama berjualn di Shopee barang-barang jualan yang dikirimkan ke pembeli sesekali hilang. Namun barang yang hilang tersebut diasuransi sehingga dirinya tak merugi.

"Beberapa kali pernah ada kasus barang hilang/bermasalah di ekspedisi, tetapi selalu selesai karena saya menggunakan asuransi pengiriman," ujarnya.

Bajra lantas mengalami penipuan saat dirinya menggunakan Shopee Ekpres, kejadian itu terjadi pada 23 Mei 2023 lalu, di mana pihaknya menerima pesanan dari akun ifkyweiss25, berupa iPhone 14 dan 128 GB Black.

Harga produk Iphone Rp14.105.000. Nomor pesanan: 230523FWS1R9DY, dengan jasa pengiriman Shopee Xpress Standard nomor resi:SPXID030746049835.

"Pesanan kami kirim pada tanggal 24 Mei 2023 pukul 16:00, di-drop ke gerai Shopee Xpress dan sudah bisa di-tracking pengirimannya," ujarnya.

Kemudian pada tanggal 27 Mei 2023, pesanan diterima pembeli. Tiba-tiba pembeli mengajukan pengembalian dana karena pesanan yang diterima tidak sesuai dengan yang dikirimkan.

"Padahal kami kirim iPhone 14 GB Black, nomor serial 352298631793316, tetapi yang diterima pembeli berupa dummy handphone dengan kondisi paket sudah berbeda," tuturnya.

Bajra lantas mengajukan komplain kepada pihak Shopee, akan tetapi Shopee menginfokan kalau kasus tersebut sedang dalam proses investigasi pihak jasa kirim dengan nomor laporan: 1663150822695972885.

Hingga saat ini, proses investigasi yang dilakukan pihak Shopee juga tak membuahkan hasil terhadap si penjual.

"Setiap hari saya follow up di pengembalian dana nomer order tersebut dan jawaban pihak Shopee selalu sedang dalam proses investigasi," ujarnya.

Selanjutnya pada tanggal 28 Mei 2023, pihak Shopee meminta bukti video packing. Pihak penjual pun melangkapi bukti-bukti yang diminta Shopee.

Naasnya, pada tanggal 13 Juli 2023, pihak Shopee menginformasikan bahwa klaim Asuransi Pesanan tersebut ditolak dengan alasan terntentu.

Bahkan dari hasil investigasi yang dilakukan pihak jasa kirim, tidak ditemukan adanya indikasi kehilangan selama proses pengiriman berlangsung.

"Adapun hasil investigasi jasa kirim adalah tidak ditemukan adanya indikasi kehilangan selama proses pengiriman berlangsung," ujarnya.

Karena itu, penjual menduga produk yang ia jual sudah ditukar oleh pihak Shopee Ekpres, mengingat barang yang dijual sangatlah mahal.

Atas dugaan itu, pihaknya juga sudah melayangkan laporan ke Polsek Gambir dengan nomor LP/128/B/VI/2023/SEK GBR tertanggal 28 Juni 2023.

"Kami sudah memberikan bukti rekaman, justru karena bentuk paket berbeda makanya kami curiga paket sudah 'dikerjai' karena yang kami jual adalah barang mahal dan sudah pernah terjadi barang hilang, jadi setiap packing selalu direkam," tegasnya.***