POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pernikahan 2 ekor anjing yang digelar secara adat Jawa oleh pemiliknya, Valentina Chandra dan Indira Ratnasari yang juga Staf Khusus Kepresidenan Jokowi, memicu perdebatan.
Nico Silalahi, aktivis media sosial, ikut menanggapi pernikahan anjing Jojo dan Luna di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Nico mengkritik Indira Ratnasari dan temannya Valentina Chandra dan menyebut acara tersebut sebagai bentuk penghinaan budaya.
"Adat Itu sakral dan harus dihormati," ujar Nico dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023).
"Yang mereka lakukan Itu sebuah bentuk pelecehan, jika dibiarkan maka kedepannya akan banyak orang tolol melecehkan adat dan budaya," ucapnya.
Kemungkinan terburuk yang dipikirkan Nico, ke depannya akan muncul sebuah istilah yang dipastikan sulit untuk diterima.
"Tidak menutup kemungkinan muncul sebuah hinaan yang mengatakan adat kalian hanya cocok buat anjing," kuncinya.
Pernikahan mewah anjing yang menghabiskan Rp200 juta yang dirayakan dengan tradisi Jawa itu menarik perhatian berbagai pihak, tak terkecuali Persatuan Pambiwara Indonesia (PEPARI).
Menanggapi peristiwa kontroversial tersebut, PEPARI telah mengambil tindakan hukum, mengeluarkan peringatan terhadap wedding organizer Jojo dan Luna, menuduh acara tersebut mengabaikan nilai-nilai budaya Jawa yang dijunjung tinggi.
Indira dan Valentina Minta Maaf
Menuai kritikan, Valentina Chandra dan Indira Ratnasari selaku pemilik anjing sekaligus mewakili penyelenggara acara meminta maaf.
"Kami berdua selaku penyelenggara acara dengan ini menyatakan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat dengan terselenggaranya acara Jojo dan Luna," kata Nena dalam jumpa pers di bilangan Pejaten Jakarta Selatan, Rabu (19/7).
Nena mengaku menyesal telah melaksanakan acara yang kemudian mengandung pro dan kontra di masyarakat. Dia mengaku respons masyatakat atas peristiwa ini di luar perkiraannya.
"Kami sangat menyesal dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pegiat budaya Jawa dan seluruh masyarakat yang kurang berkenan dan merasa tersakiti dengan adanya acara ini," tuturnya lebih lanjut. ***




