POJOKSATU.id, KARAWANG - Apakah Anda masih ingat dengan bocah asal Karawang bernama Arya Permana? Dulu bocah ini viral karena obesitas, dan menjadi perhatian dunia.

Namun kabar terakhir Arya Permana saat ini ternyata sudah jauh dari tahun 2016 silam.

Arya yang berasal dari Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, telah mengalami perubahan yang luar biasa.

Pada tahun 2016, video Arya Permana dengan bobot tubuh yang fantastis mencuri perhatian publik. Saat itu, dalam usia 10 tahun, Arya Permana bahkan terpaksa harus berhenti sekolah karena tidak mampu berjalan. Kebiasaan makannya yang berlebihan semakin memperparah kondisinya.

Pada saat itu, bobot tubuh Arya Permana hampir mencapai 190 kg, menghantui kehidupannya sehari-hari. Namun, setelah menjadi viral dan tidak lagi mampu menopang tubuhnya sendiri, Arya akhirnya memutuskan untuk menjalani perawatan.

Dengan bantuan dari tim dokter dan Ade Rai, seorang pelatih olahraga yang juga dikenal sebagai binaragawan ternama, Arya Permana berhasil mengurangi setengah dari berat badannya. Melalui perawatan yang berlangsung selama 3 tahun, penampilan Arya mengalami perubahan drastis.

Pada tanggal 9 Januari 2020, Ade Rai mengunggah sebuah video yang memperlihatkan Arya Permana dengan tubuh yang sudah normal. Dalam video tersebut, Ade Rai tampak menjadi instruktur kebugaran bagi Arya Permana ketika ia masih mengalami obesitas, hingga kondisinya saat ini. Ade Rai mengungkapkan kegembiraannya melihat perkembangan Arya yang signifikan.

Namun, Ade Rai juga menekankan bahwa kesuksesan Arya tidak hanya karena perannya semata. Pola perilaku Arya, dukungan keluarga, dan peran medis juga berperan penting dalam mencapai hasil yang memuaskan. Ade Rai juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengurangi angka obesitas yang sering menjadi pemicu penyakit kronis dan kematian dini.

Ayah Arya Permana, Ade Somantri, mengakui bahwa Ade Rai merupakan salah satu orang yang telah mendampingi putranya dalam perjuangan melawan obesitas. Saat ini, Arya, yang sekarang duduk di bangku SMP, semakin sering tersenyum dan tertawa. Dia juga semakin bersemangat dalam melakukan berbagai aktivitas dan sangat menyukai olahraga.

Perubahan yang terlihat jelas pada Arya Permana meliputi pipi yang semakin tirus dan semangatnya dalam melakukan aktivitas seperti berjalan sejauh 2 kilometer dan mengendarai sepeda motor. Penurunan berat badan Arya ditempuh melalui berbagai usaha, termasuk menghindari makanan manis, menjaga pola makan, dan menjalani operasi penyempitan lambung.

Setelah perjalanan yang panjang, berat badan Arya Permana turun sebanyak 107 kilogram, dari 192 kilogram menjadi 85 kilogram. Bahkan, Arya mampu melakukan aktivitas yang disukainya, seperti berenang dan bermain sepakbola. Namun, penurunan berat badan ini meninggalkan gelambir pada tubuhnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Arya Permana menjalani operasi di RSHS Bandung guna menghilangkan gelambir tersebut. Transformasi yang dialami oleh Arya Permana menginspirasi banyak orang dan menjadi bukti bahwa dengan tekad dan dukungan yang tepat, perubahan yang signifikan dalam penurunan berat badan bisa dicapai.

Kisah Arya Permana menunjukkan betapa pentingnya mengatasi obesitas, bukan hanya untuk penampilan fisik, tetapi juga untuk kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab anak mengalami obesitas :

Pertama : Pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh anak. Makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis sering kali menjadi penyumbang utama.

Kedua, kurangnya aktivitas fisik: Gaya hidup yang kurang aktif, seperti menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar (TV, komputer, dan ponsel), mengurangi waktu untuk bergerak dan berolahraga, yang berkontribusi pada kelebihan berat badan.

Ketiga, Faktor genetik: Kecenderungan untuk mengalami obesitas dapat diturunkan dalam keluarga. Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas. (Ega Nugraha/Pojoksatu)