POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Setiap pengendara baik roda dua maupun roda empat sebaiknya harus selalu dalam kondisi fit dan waspada, karena kondisi fisik dan fikiran yang bagus penunjang dari berkendara agar sampai ke tempat tujuan.

Selain itu, pengendara juga harus lebih waspada ketika berada di jalan. Terutama saat berada di area jalan yang rawan akan terjadinya kecelakaan, agar kita bisa terhindar dari kecelakaan lalulintas yang akan berakibat fatal.

Berikut ini beberapa titik area dan tikungan yang rawan terjadinya kecelakaan di jalur utama Bandung – Purwakarta, yaitu di jalur sebelum memasuki wilayah kota Purwakarta.

Yang pertama area perbatasan antara Purwakarta – Bandung Barat (Wates) lebih tepatnya di wilayah Darangdan, karena daerah tersebut disamping menurun juga ada beberapa tikungan yang cukup curam.

Kemudian yang kedua masih di jalur wilayah Darangdan, atau tepatnya di daerah Gunung Hejo jalur ini banyak tikungan-tikungan yang cukup tajam dan cukup berbahaya.

Area ini selain tikungan juga konon kabarnya merupakan tempat yang cukup angker, karena berkaitan dengan mistis penunggu gunung hejo.

Jalur selanjutnya di daerah tikungan dan juga pertigaan yang hendak ke plered (Anjun), karena di tikungan ini juga rawan terjadimya kecelakaan akibat dari jalur dari arah bandung yang menurun kemudian menikung sementara arah sebaliknya trek lurus yang kemudian menikung ditambah pertemuan jalur menuju ke wilayah plered.

Yang keempat yaitu di daerah Cimuntuk, walaupun trek ini lurus namun menurun kemudiam di akhir agak menikung sebelum ke kantor Polsek Sukatani, begitupun dari arah sebaliknya jalan agak menurun kemudian menikung. Didaerah itu juga sering terjadi kecelakaan.

Yang ke lima tikungan di daerah Gunung Putri, wilayah perbayasan antara Sukatani dan Sukajaya ini juga rawan terjadinya kecelakan, karena kabarnya di daerah itu sering adanya penampakan mahluk halus yang tiba-tiba menyebrang jalan.

Yang ke enam yaitu jalur di pasir embe, jalur tersebut merupakan langganam terjadinya kecelakaan maut. Sehingga wilayah tersebut disebut salah satu jalan tengkorak, karena saking banyaknya korban kecelakaan yang langsung meninggal ditempat.

Jalur di wilayah pasir embe itu, dari arah bandung jalannya menurun kemudian berkelok-kelok, walaupun tidak terlalu tajam menurunnya namun wilayah ini kabarnya juga di tikungan sering ada mahluk astral yang menyamarkan jalan seolah-olah jalan itu lurus sehingga banyak pengendara mengalami kecelakaan didaerah tersebut.

Selanjutnya di tikungan setelah pasir embe, atau terpatnya dijalan trek lurus sebelum pertigaan ke arah Parakan Lima. Walaupun treknya lurus namun jalan tersebut juga rawan kecelakaan, karena saat pengedara menambah kecepatan hendak menyalip kendaraan lain disebelah kanan dari arah sebaliknya juga terkadang melakukan hal yang sama.

Saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi pandangan pengendara tentunya akan terbatas, karena trek lurusnya berakhir pada tikungang yang sangat tajam sehingga sering terjadinya kecelakaan akibat pengendara dari kedua arah terlambat menghindar.

Titik tikungan ke delapan yaitu di perbatasan parakan lima dan suluh kuning, selain menurun landai dengan trek lurus (dari arah bandung ke kota purwakarta) jalur sebaliknyapun sama trek lurus namun pertemuan trek lurus itu berakhir ditukangan yang cukup tajam. Sering dilokasi tersebut juga terjadi kecelakaan.

Titik selanjutnya yaitu yang ke semblian, diturunan Ciganea atau tepatnya di jembatan cikembang tidak jaih dari gerbang tol Jatiluhur. Karena berkali-kali kendaraan dari arah bandung menuju purwakarta sring masuk ke jurang di dekat jembatan tersebut. Konon penyebanya sering adanya penampakan mahluk gaib yang tiba-tiba menyebrang di jalan itu.

Demikian 9 titik dan tikungan rawan kecelakaan di jalur utama Bandung – Purwakarta sebelum memasuki wilayah kota purwakarta (dari arah Bandung), yang patut diwaspadai bagi para pengendara yang hendak memasuki kota Purwakarta. (Agung/pojoksatu)