POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Sungguh tragis nasib bayi ini belum genap usia satu tahun haris meninggal dunia, diduga akibat terjangkit virus HIV/Aids dari orang tuanya. Walaupun sudah berulangkali melakukan pengobatan secara rutin, karena daya tahan tubuhnya tidak kuat akhirnya bayi itu meninggal dunia.

Dugaan kuat sementara bayi yang baru berusia 8 bulan itu akibat terjangkit virus HIV/ Aids tertular dari orang tuanya, yang kemungkinan sudah lebih dahulu terjangkit virus mematikan tersebut.

Salah seorang warga memberikan kesaksian bahwa bayi itu dari awal kelahirannya terlihat sudah sakit-sakitan, kemungkinan terbesarnya karena daya imun di tubuh bayi itu terus digerogoti oleh virus mematikan tersebut.

“Meninggalnya kurang lebih saat usia 8 bulan, waktu bulan puasa kemarin,” kata TN, yang meminta nama dirinya diisialkan kemudian nama desa dan kecamatannya tidak disebutkan, Selasa (16/05).

Menurut TN, bayi itu berkali – kali masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan, tapi hasilnya tetap bayi itu tidak berumur panjang. Kondisi bayi sendiri sangat memprihatinkan, karena badanya hanya tinggal tulang yang dibalut oleh kulit.

“Dari pihak medis sendiri sudah memprediksi bahwa umur bayi itu tidak akan berumur panjang, diduga akibat terjangkit virus HIV/Aids,” tambah TN, memgakhiri pembicaraan.

Baca Juga : Bupati Purwakarta Memberikan Pernyataan Bakal Maju Jadi Caleg Provinsi Dari Golkar, Bakal Mengundurkan Diri Dari Bupati?

Bayi yang meninggal diduga akibat terjangkit virus mematikan tersebut merupakan sebuah peringatan penting bagi para orang tua, agar bisa menjaga 'rudal' (bagi pria) dan 'soerabi' (bagi wanita) bila tidak ingin keluarga tercinta kita menjadi korban virus mematikan tersebut.

Sungguh malang nasib bayi tersebut, akibat orang tuanya yang mengumbar ‘rudalnya’ sembarangan hanya karena nafsu sesaat, akhirnya keluarga (anaknya) menjadi korban. Bahkan tidak menutup keemungkinan, istri tercintanya juga terjangkit virus mematikan tersebut.

Hanya untuk mengingatkan, bagi para hidung belang yang suka berpetuangan di dunia malam, sebaiknya berfikir ulang jangan sampai keluarga yang sangat berharga menjadi korban atas perbuatan kenikmatan sesaat yang berbuntut penyesalan seumur hidup. (Ade Winanto / pojoksatu)