POJOKSATU.id, KARAWANG - Pada hari Kamis (11/05) Ratusan pendukung Partai NasDem antar Ketua DPD Kabupaten Karawang mendaftarkan resmi 50 nama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke Kantor KPUD Karawang dengan meriah aksi konvoi bersepeda.
Tak hanya itu, kemeriahan juga terlihat di depan Gedung KPUD Karawang para pendukung dan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang mengantarkan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Karawang Dian Fahrud Jaman dengan secara bacaleg berganti-ganti menaiki odong-odong singa dangdut dan menyebar-menyebarkan uang saweran.
Menyikapi hal itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Karawang, Kusnadi, dengan terjadinya saweran-saweran uang di depan Gedung KPUD Karawang yang dilakukan oleh Bacaleg DPD Partai NasDem Kabupaten Karawang belum bisa memastikan apakah itu termasuk pelanggaran Money Politik atau bukan.
"Kalau itu kan dari partai NasDem ya, terkait dengan saweran-saweran kaya gitu belum memastikan apakah saweran itu money politik apa bukan karena setahu kami mereka nyawer itu kebiduan ke kader partainya sendiri, tetapi harapan kita hal itu jangan dilakukan," ucapnya.
Kemudian, dia juga menyampaikan bahwa menghimbau kepada seluruh Partai yang akan mendaftarkan Bacalegnya ke KPUD Karawang agar tidak melakukan saweran-saweran uang dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap masyarakat.
Kusnadi Komisioner Bawaslu Karawang
"Kami Bawaslu mengimbau seluruh partai perilaku-perilaku seperti itu tidak untuk dilakukan karena pada prinsipnya apapun yang berbentuk uang baik itu saweran seperti itu atau apapun jenisnya kita menghindari perilaku-perilaku seperti itu akan timbul persepsi negatif dari masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Kusnadi juga mengatakan bahwa atas terjadinya saweran-saweran uang yang dilakukan oleh Bacaleg Partai Nasdem. Pihak Bawaslu belum menegur dan belum bisa memastikan itu pelanggaran Money Politik atau bukan, hanya saja pihak Bawaslu akan mengevaluasi dan berkomunikasi dengan seluruh partai agar tidak melakukan hal yang sama.
"Kita sampai sekarang belum karena kita memang belum mengetahui, walaupun saya ada tapi saya tidak menyaksikan secara langsung prosesnya seperti apa tapi mungkin nanti kami akan mencoba berkomunikasi dengan seluruh partai untuk tidak melakukan hal yang sama karena proses kita adalah pencegahan, pencegahannya untuk tidak terulang kembali di partai-partai yang lain," imbuhnya.
"Kita akan evaluasi proses-proses yang terjadi kemarin tapi akan kita sampaikan juga ke semua partai, walaupun indikasi-indikasinya apakah itu money politik atau bukan, kita masih mendalami itu," tandasnya. (Ega Nugraha/Yusup/Pojoksatu)




