POJOKSATU.id, SURABAYA – Remaja 13 tahun bernama Soni Aditia diduga dibawa 4 mahluk halus ke alam lain di sekitar Gunung Argopuro di Desa Taman Kursi, Sumbermalang, Situbondo, Jatim.

Remaja Situbondo ini hilang selama 3 hari di lereng Pegunungan Argopuro. Tak makan dan minum, remaja Soni hanya lemas dan terlihat bingung saat ditemukan.

Gunung Argapura memiliki ketinggian 3.088 meter. Bekas gunung berapi di kawasan Pantura ini sudah tidak aktif lagi.

Sang ibu, Umi Kulsum (56) sempat menanyakan apa yang terjadi pada anaknya tersebut. Soni mengaku seperti berada di dunia tertentu.

Soni merasa ditemui 4 makhluk yakni satu perempuan dan tiga orang lelaki. Makhluk yang oleh Soni tak bisa digambarkan wujud dan bentuknya tersebut, tidak jahat.

Menurut pengakuan Soni, dia diberi banyak makanan, seperti ayam dan daging-dagingan.

“Pokoknya semua yang diminta pasti diberi, satu perempuan dan tiga orang laki-laki berbadan besar," kata Umi.

Menurut Soni, dia juga sempat diajak jalan-jalan naik kuda dan seolah berada di dunia berbeda yang tampak indah.

"Kata Soni, semua serbaindah. Sama sekali tak ada yang menyeramkan. Meski katanya, orang yang menemani itu berbadan tinggi besar sekali," kata Umi Kulsum menceritakan kembali kisah anaknya Soni.

Sementara Soni Aditia saat diwawancarai wartawan tiga hari pascakejadian, mengaku tidak tahu apa-apa lagi.

"Saya lupa semua dan tak ingat sama sekali apa yang telah terjadi," ujar Soni ketika ditemui wartawan di Puskesmas Sumbermalang, Minggu (30/4/2023).

Ditemukan Dekat Sumber Air


Soni ikut Hasan (15) dan Hamid (45) ke ladang yang memang berlokasi tak jauh dari Pegunungan Argopuro, Kamis (27/4/2023).

Soni, Hasan dan Hamid berangkat ke ladang sekitar tengah hari atau sekitar jam 9 pagi.

Entah karena belum terbiasa ke medan berat, siswa kelas 6 SD tersebut sudah merasakan kecapekan.

Lantaran makin tampak kecapekan, Hamid lantas berinisiatif menyuruh Soni agar pulang duluan saja. Dengan harapan, Soni dapat segera beristirahat dan memulihkan rasa capeknya.

Saat proses panen di lahan usai, Hasan bersama Hamid pun segera bergegas pulang ke rumah.

Namun, mereka kaget setelah mendengar Soni belum pulang ke rumahnya. Padahal hari sudah senja.

Pihak keluarga Soni panik. Mereka akhirnya melaporkan belum pulangnya Soni tersebut ke pihak pemerintah desa.

Sementara sejumlah warga langsung menyisir ke lokasi ladang, meski hari sudah malam dan hujan.

Mereka menggunakan penerangan seadanya. Mulai senter maupun lampu penerangan lainnya. Hampir semua sudut kawasan tak luput dari sasaran pencarian.

Namun pencarian malam itu tak membuahkan hasil. Warga berniat mengulangi proses pencarian esok harinya dan sejak malam itu Soni dinyatakan hilang.

Esok harinya, Jumat (28/4) pencarian dilanjutkan. Dengan kekuatan warga dan jangkauan lebih luas. Sebagian melaporkan kejadian hilangnya Soni ke pihak terkait.

Soni akhirnya bisa ditemukan pada Sabtu (29/4) dalam kondisi lemas di dekat sumber air.

Dia pertama kali ditemukan dalam posisi duduk termenung dan bengong.

Kondisinya pun bertelanjang dada. Hanya mengenakan celana warna hitam. Kondisi Soni tampak kedinginan.

Ia ditemukan pertama kali oleh Tomar (50) dan Misnail (53), warga setempat, saat keduanya melintas di sekitar lokasi.

Remaja yang tampak linglung dan termangu itu ditemukan di dekat tebing tak jauh dari sumber mata air yang lokasinya sekitar 5 km dari perkampungan terakhir. (ikror/pojoksatu)