POJOKSATU.id, SERANG- Kementerian Perdagangan terus berupaya memfasilitasi pelaku usaha Indonesia guna meningkatkan ekspor sarang burung walet Indonesia dan China Bird Nest Enterprise And Farmer Exchange Conference.
Lebih dari 80 persen sarang burung walet (SBW) yang menjadi konsumer dari negara China.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN), Daniel Tong saat penandatanganan nota kesepahaman PPSWN dengan CAWA di Ancol, Jakarta Utara pada Minggu (26/3/2023).
Ia menilai negara Indonesia adalah satu pengusaha produk sarang burung walet yang terbesar di dunia.
"Petani sarang burung walet akan terus memproduksi lebih banyak dan peningkatan dari tahun sebelumnya," kata Daniel Tong, Senin (27/3/2023)
Menurutnya, walaupun belakangan sempat mengalami penurunan produksi sejak pandemi covid-19.
Namun ia optimis di tahun 2023 kerjasama dengan China semakin membaik.
"Setidaknya kedepan, produksi Indonesia 90 persen akan mensupply sarang Burung Walet ke seluruh dunia," pungkasnya.
Sehingga, kata Daniel dengan adanya penandatangan kerjasama (MoU) Indonesia - China angka kemajuan ekspor akan meningkat. "Kita akan terus menerus bertemu (pertemuan: red) demi kemajuan republik Indonesia ini terkait ekspor sarang burung walet ini," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Cawa, Mr Ma menyampaikan banyaknya konsumsi sarang burung walet akan membangkitkan gairah perekonomian petani dan pengusahanya.
"Dengan adanya kerjasama nota kesepahaman Indonesia dengan China maka sinergitas akan terus berjalan," kata Ma.
Kebersamaan ceremoni Indonesia dan China turut dihadiri oleh Dewan Pembina PPSW, Benny Hutapea, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Hayati Kementerian Pertanian, Drh Wisnu Wasisa Putra.
Kepala Karantina Bandara Soekarno Hatta, Budi Angkasa.
Tak ketinggalan, perwakilan Kementerian Perdagangan, Bekti Fajar Wati dan Kepala Balai Besar Karantina Sorkarno-Hartta, Andi.
Pemutaran video dokumen Petani Sarang Burung Walet memeriahkan suasana kerjasama Indonesia tersebut. (Firdausi/pojoksatu)



