Oleh: Tiwi Surya Agustin, S.Pd., Gr.
PERKEMBANGAN kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Kehadiran AI membuat guru dan peserta didik memiliki semakin banyak pilihan dalam memperoleh informasi, membuat bahan ajar, mengembangkan media pembelajaran, hingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.
Di Indonesia, pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pendidikan juga semakin mendapat perhatian melalui berbagai kebijakan dan program penguatan kompetensi guru.
Namun, muncul pertanyaan yang sering menjadi perbincangan: apakah suatu saat AI akan menggantikan guru? Pertanyaan tersebut wajar muncul di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
AI mampu memberikan jawaban dalam hitungan detik, membantu menyusun materi, bahkan menghasilkan berbagai bentuk konten pembelajaran.
Akan tetapi, pendidikan bukan sekadar menyampaikan informasi. Pendidikan juga merupakan proses membangun karakter, menanamkan nilai, memberikan keteladanan, memahami perasaan peserta didik, dan membimbing mereka menjadi manusia yang mampu bertanggung jawab.
Guru memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran. Seorang guru dapat melihat ketika seorang anak kehilangan semangat belajar, memahami perubahan perilaku peserta didik, memberikan motivasi ketika mereka mengalami kegagalan, serta menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan.
Hal-hal tersebut membutuhkan empati dan hubungan antarmanusia yang tidak dapat begitu saja digantikan oleh teknologi. Karena itu, AI seharusnya tidak dipandang sebagai pesaing guru, melainkan sebagai alat yang dapat membantu guru menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.
Pemanfaatan AI secara bijak juga dapat memberikan banyak manfaat dalam pembelajaran. Guru dapat menggunakan teknologi untuk mencari ide kegiatan pembelajaran, membuat variasi soal, menyusun bahan ajar, atau mengembangkan media yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan bantuan teknologi, guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk berfokus pada hal-hal yang paling penting, yaitu mendampingi proses belajar, memberikan umpan balik, membangun karakter, dan memastikan setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.
Program pelatihan pembelajaran mendalam serta koding dan kecerdasan artifisial yang terus diperluas pemerintah menunjukkan semakin pentingnya kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.
Di sisi lain, penggunaan AI di sekolah tetap membutuhkan batasan dan tanggung jawab. Peserta didik perlu diajarkan bahwa AI bukanlah mesin untuk menggantikan proses berpikir. Anak tetap harus membaca, bertanya, menganalisis, mencoba, berdiskusi, dan menghasilkan karya berdasarkan pemahamannya sendiri.
Guru memiliki tugas penting untuk mengajarkan literasi digital dan etika penggunaan AI agar teknologi digunakan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Pedoman nasional mengenai pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pendidikan juga menekankan pentingnya perlindungan anak serta penggunaan teknologi secara etis.
Bagi guru, hadirnya AI justru menjadi momentum untuk terus belajar dan berkembang. Guru tidak harus menjadi ahli teknologi untuk dapat memanfaatkan AI. Yang lebih penting adalah memiliki kemauan untuk mencoba, memahami manfaat dan keterbatasannya, serta mampu memilih teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru masa kini bukan hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menjadi fasilitator, pembimbing, dan teladan dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi yang berkembang, pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia. AI dapat membantu guru bekerja lebih cepat, tetapi guru tetap menjadi sosok yang memberikan makna dalam proses pendidikan.
Teknologi boleh menjadi bagian dari ruang kelas, tetapi nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh kehilangan tempat. Guru dan AI seharusnya berjalan berdampingan: AI membantu menghadirkan berbagai kemungkinan baru dalam pembelajaran, sementara guru memastikan setiap teknologi benar-benar digunakan untuk menumbuhkan pengetahuan, karakter, kreativitas, dan masa depan peserta didik. ***



