Oleh: Lalu Niqman Zahir

POJOKSATU.id - Berdasarkan kohort generasi, penduduk terdiri dari beberapa generasi berdasarkan tahun kelahirannya.

Menurut BPS, pembagian tersebut sebagai berikut:

1. Generasi _Pre Boomer_ yang lahir sebelum tahun 1945.

2. Generasi _Baby Boomer_ adalah yang lahir antara tahun 1946-1964.

3. Generasi X adalah yang lahir antara tahun 1965-1980.

4. Generasi Y (Milenial) adalah yang lahir antara tahun 1981-1996.

5. Generasi Z (Gen Z) adalah yang lahir antara tahun 1997-2012.

6. Post Gen Z (Gen Alfa) adalah yang lahir antara 2013 hingga sekarang.

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020, penduduk provinsi NTB didominasi oleh Gen Z, yaitu sebesar 28,62%, dan Gen Y atau Milenial sebesar 27,24%.

Sedangkan generasi lainnya adalah Gen X sebesar 20,98%, Post Gen Z sebesar 12,09%, Gen Baby Boomer sebesar 8,65%, dan Gen Pre Boomer sebesar 1,43%.

Dari komposisi penduduk NTB tersebut, menunjukkan bahwa Gen Z, Y, dan Post Gen X akan menjadi motor penggerak pembangunan di NTB karena mereka merupakan generasi yang produktif.

Karakteristik Gen Z

Gen Z memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Beberapa karakteristik utama Gen Z adalah sebagai berikut:

1. Digital Native: Generasi Z tumbuh di era digital dan sangat mahir menggunakan teknologi, seperti smartphone, media sosial, dan aplikasi digital. Bahkan, banyak Gen Z yang kecanduan gadget.

2. Terbuka terhadap Perbedaan: Generasi Z tidak terlalu terpengaruh oleh perbedaan ras, orientasi seksual, atau agama.

3. Peka terhadap Isu Sosial dan Lingkungan: Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan aktivisme dan lebih toleran serta inklusif dalam hal keberagaman gender dan budaya.

4. Kreatif dan Adaptif: Generasi Z memiliki semangat untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

5. Nilai-nilai Keadilan: Generasi Z umumnya memiliki nilai-nilai kuat terkait keadilan rasial dan keberlanjutan. Mobilisasi seperti Pawai Iklim Global, yang dipimpin oleh aktivis Generasi Z Greta Thunberg, berkembang pesat berkat aktivisme kaum muda.

6. Terhubung Secara Global: Dengan peralatan digitalnya, terutama Internet of Things, Gen Z terhubung secara global, sehingga mereka memiliki jejaring di berbagai belahan dunia.

Selain karakteristik positif di atas, Gen Z juga memiliki karakteristik negatif, antara lain:

1. Gen Z mengalami kesulitan dalam mempertahankan komitmen dalam jangka panjang, baik dalam hubungan pribadi maupun karier.

Pendekatan mereka terhadap pekerjaan cenderung mencari makna secara pribadi dan sosial, yang dapat mengakibatkan kurangnya ketahanan terhadap pekerjaan rutin.

2. Memiliki kondisi kesehatan mental yang lebih buruk dibandingkan generasi lainnya.

3. Kinerja yang kurang baik.

Dengan karakteristik positif dan negatif tersebut, Gen Z memiliki potensi besar bagi pembangunan masa kini dan mendatang.

Hal ini karena pada masa mendatang, bukan hanya ekonomi digital, tetapi juga ekonomi Artificial Intelligence (AI).

Pemerintah dan seluruh stakeholder diharapkan peduli terhadap Gen Z agar mereka didorong untuk memiliki karakteristik positif.

Peran Gen Z

Seperti yang telah diuraikan di atas, dengan karakteristik positifnya yang kreatif dan adaptif, diharapkan Gen Z dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi, sehingga produktivitas meningkat dan dapat memperbaiki produk barang dan jasa.

Terkait dengan hal tersebut, pemerintah melalui instrumen beasiswa dari pemerintah maupun swasta melalui CSR mendorong Gen Z untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sehingga banyak inovasi tercipta.

Sebagai digital native, Gen Z mampu mengembangkan ekonomi berbasis digital. Ekonomi masa depan tidak lagi bergantung pada sumber daya alam, tetapi lebih kepada intelektualitas Gen Z.

Keterhubungan Gen Z secara global akan memudahkan mereka untuk mengembangkan ekonomi dari mulai produksi hingga pemasaran.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Gen Z memiliki peran penting dalam pembangunan.

Oleh karena itu, kita harus peduli kepada mereka dengan menghindarkan mereka dari hal-hal buruk yang merupakan konsekuensi dari era digital, misalnya dengan memperdalam agama dan adanya pendampingan dari keluarga.***