Oleh: Sugeng Budiharsono
IMF pada tanggal 16 April yang lalu telah merilis laporan tentang World Economic Outlook April 2024. Dengan sub-judul atau temanya adalah Steady but Slow: Resilirnce amin Divergence. Laporan ini meprediksi perkembangan perekonomian dunia pada tahun 2024-2029.
Perkembangan perekonomian dunia diperkirakan akan stabil walau terjadi penambahan yang lambat, dibandingkan dengan periode sebelumnya. IMF memprediksi laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada tahun 2024 dan 2025 hanya sebesar masing-masing sebesar 3,2%. Namun di tahun 2029 diprediksikan LPE melambat menjadi 3,1%
Prediksi LPE tersebut lebih rendah jika dibandingkan pada petode 2021-2023 yang mencapai 4,4% LPE di negara-negara msju juga diprediksikan lebih rendah dari kurun waktu sebelumnya (2021-2023) yang mencapai 3,3%. LPE pada tahun 2024, 3025 dan 2029 diprediksikan masing-masing sebesar 1,7%, 1,8 %, dan 1,7%
Perkembangan perekonomian di negara-negara ASEAN, China dan India lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju maupun dunia.
LPE di negara-negara ASEAN diprediksikan pada tahun 2024, 2025 dan 2029 masing-masing sebesar 4,0%, 4,1%, dan 4,3% . Prediksi ini lebih tinggi dari LPE pada kurun waktu 2021-2023, yaitu sebesar 3,2%.
Perekonomian Indonesia diprediksikan cukup cerah dan stabil. Pada tahun 2024, 2025 dan 3929 diproyeksikan masing-masing sebesar 5,0 %, 5,1 % dan 5,1 %. Prediksi ini lebih baik dari pada kurun waktu 2021-2023 yang LPEnya mencapai 4,7 %
Pertumbuhan ekonomi Indonesis walaupun di atas pertumbuhan ekonomi ASEAN, namun LPE Indonesia hanya berada pada peringkat ketiga, setelah Vietnam (6,4-6 6 %) dan Filipina (5 6-6,4%).
Proyeksi perkembangan ekonomi Indonesia, lebih baik dari perekonomian China yang berkisar antara 4-4,6%. Namun performa perekonomian Indonesia ini masih di bawah India, yang diprediksikan sebesar 6,5-6,8%
Pertumbuhan ekonomi di angka psikologis kisaran 5 % ini hanya sksn menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2029 mencapai 2,Q94.82 miliar dolar AS. Sedangkan PDB/kapita pada tahun tersebut mencapai 7,519.12 dolar AS (harga berlaku).
Prediksi PDB/kapita Indonesia tersebut masih jauh di China yang mencapai 17.704,74 dolar AS, dan Malaysia yang sebesar 17,075 16 dolar AS Namun masih di atas Vietnam sebesar 6,542.78 dolar AS, maupun India yang mencapai sebesar 4,281.20 dolar AS.
Untui mempercepat proses pencapaian Indonesia Emas 2045, maka pemerintahan mendatang pada periode 2025-2029, harus meningkatkan pertumbuhan ekonominya, di atas angka psikologis 5 %. Untuk mencapai pertumbuhan 6-7 % atau lebih tinggi lagi perlu didukung dengan kondisi sosial politik yang stabil. Selain peningkatan tata kelola yang baik dan pemerintahan yang bersih (penurunan korupsi). Sehingga akan menciptakan iklim perekonomian dan Investasi yang kondusif untuk menarik penanaman modal asing.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) juga merupskan suatu keniscayaan. Dengan SDM ysng berkualitas tinggi maka akan menciptakan kreativitas dan inovasi.
Kombinasi dari efisiensi ekonomi, kualitas sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi, peningkatan kreativitas dan inovasi, dan Investasi yang tinggi akan menggerakkan roda ekonomi lebih cepat lagi. Sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekedar impian. ***
Penulis adalah pengamat sosial ekonomi dan politik dari Komunitas Berbagi Ilmu



