POJOKSATU.id, KARAWANG – Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto meminta seluruh jajaran Babinsa meningkatkan deteksi dini terhadap potensi kerawanan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Karawang.
Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Pilkades Serentak Kabupaten Karawang 2026 yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Selasa (18/8/2026).
Menurut Nanda, potensi gesekan antarpendukung calon kepala desa menjadi salah satu hal yang harus diantisipasi sejak awal. Karena itu, aparat kewilayahan diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat guna mencegah munculnya konflik di tingkat desa.
"Kami meminta agar potensi benturan antarpendukung dapat dicegah sedini mungkin. Babinsa harus melakukan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan yang berpotensi memicu konflik," kata Nanda dalam paparannya.
Ia menegaskan, pendekatan persuasif menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung. Babinsa tidak hanya dituntut aktif berkomunikasi melalui media digital, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selain menjaga kondusivitas, Babinsa juga diminta memberikan pemahaman kepada warga mengenai praktik-praktik yang dapat mencederai demokrasi desa, termasuk politik uang yang kerap menjadi perhatian dalam setiap kontestasi pemilihan.
Nanda menilai komunikasi tatap muka masih menjadi metode yang efektif, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki atau tidak aktif menggunakan telepon seluler.
"Babinsa harus hadir di tengah masyarakat dan menyampaikan informasi secara langsung agar pesan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh warga," ujarnya.
Ia menambahkan, langkah deteksi dini harus dilakukan sejak jauh hari agar setiap potensi persoalan dapat diidentifikasi dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karawang terus mematangkan persiapan Pilkades Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Sebanyak 67 desa akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut dengan penerapan sistem digital.
Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa digitalisasi Pilkades diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan integritas dalam proses demokrasi di tingkat desa. ***




