POJOKSATU.id, KARAWANG – SMKN 2 Karawang resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan pembukaan berlangsung di lingkungan sekolah dengan diikuti seluruh calon murid baru, guru, tenaga kependidikan, siswa kelas XI dan XII, serta perwakilan orang tua siswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Edy Purwanto, M.M., bersama Kepala SMKN 2 Karawang, Kuswita Sitiadefi, S.Si., M.Si.
Dalam kesempatan itu, Edy Purwanto menyampaikan amanat Gubernur Jawa Barat terkait pelaksanaan MPLS Pancawaluya yang saat ini menjadi program penguatan karakter peserta didik di seluruh sekolah Jawa Barat.
Menurutnya, konsep Pancawaluya merupakan nilai luhur yang berakar dari budaya Sunda untuk membentuk manusia yang sehat, baik, benar, cerdas, dan terampil. Nilai tersebut dikenal melalui lima karakter utama, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Baca Juga: MPLS SMAN 1 Karawang, TNI Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Ia menegaskan bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan integritas peserta didik.
"Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang begitu cepat, pendidikan harus menjadi benteng moral agar lahir generasi yang cerdas sekaligus berkarakter," ujarnya.
Selain menyampaikan pesan penguatan karakter, Edy Purwanto juga memberikan arahan kepada jajaran manajemen dan tenaga pendidik SMKN 2 Karawang sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Kabupaten Karawang.
Menurutnya, seluruh program keahlian yang dimiliki sekolah harus dikenalkan secara menyeluruh kepada siswa baru sejak awal masa pendidikan. Dengan demikian, siswa dapat memahami potensi dan peluang yang akan mereka hadapi setelah lulus nanti.
Ia menekankan bahwa pengenalan program keahlian bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala program keahlian, tetapi harus melibatkan seluruh guru dan warga sekolah.
Baca Juga: Kadisdik Jabar Larang Siswa Pakai Hoodie ke Sekolah, Rambut Harus Rapi Mulai Hari Kedua MPLS
"Pengenalan program keahlian harus dilakukan secara komprehensif agar siswa memahami jalur pendidikan yang mereka pilih dan memiliki gambaran tentang dunia kerja yang akan dihadapi," katanya.
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, SMKN 2 Karawang juga menempatkan guru sebagai teladan utama dalam penerapan karakter Pancawaluya. Para guru diharapkan menjadi contoh nyata bagi siswa dalam sikap, perilaku, disiplin, dan kepedulian sosial.
Pihak sekolah meyakini bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif apabila diterapkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui materi pembelajaran di dalam kelas.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan MPLS tahun ini dikemas lebih interaktif dan mendalam. Selain kegiatan bersama secara umum, para siswa juga mendapatkan pendampingan dalam kelompok dan kelas yang lebih kecil.
Metode tersebut dilakukan agar proses pengenalan budaya sekolah, karakter, serta program keahlian dapat diterima siswa secara lebih maksimal.
Berbagai kegiatan juga dirancang dengan pendekatan kreatif sehingga siswa dapat mengenal lingkungan sekolah dengan suasana yang lebih menyenangkan dan edukatif.
Melalui MPLS Pancawaluya ini, SMKN 2 Karawang berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta moral yang baik.
Dengan dukungan Dinas Pendidikan Jawa Barat, kepala sekolah, guru, dan orang tua, SMKN 2 Karawang optimistis mampu mencetak lulusan vokasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ***




