POJOKSATU.id, KARAWANG – Lapangan dan ruang kelas MI Alhurriyyah Kutawaluya, Karawang, mendadak ramai pada Rabu (10/6/2026). Bukan karena kegiatan belajar mengajar biasa, melainkan ajang bergengsi yang mempertemukan siswa-siswa terbaik Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Karawang.

Mereka datang membawa satu tujuan yang sama: menjadi yang terbaik dan merebut tiket menuju Aksioma tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ajang Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tingkat Kabupaten Karawang tahun 2026 resmi digelar dengan mempertandingkan 14 cabang lomba, mulai dari olahraga tradisional hingga kompetisi seni keagamaan.

Ketua Panitia Aksioma Kabupaten Karawang, Endang Husni, S.Ag mengatakan seluruh peserta merupakan para juara yang sebelumnya lolos dari seleksi tingkat kecamatan.

"Mereka adalah juara satu dari masing-masing kecamatan. Jadi yang tampil di tingkat kabupaten ini memang siswa-siswa terbaik yang sudah melewati seleksi sebelumnya," ujarnya.

Suasana kompetisi pun berlangsung meriah. Di satu sisi lapangan, peserta berjuang dalam pertandingan olahraga seperti futsal, bulu tangkis dan voli. Di sisi lain, siswa-siswi menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam lomba pidato, kaligrafi hingga Tahfiz Al-Qur'an.

Baca Juga: Puluhan Ribu Siswa Penerima PIP Berhasil Lolos SNBT 2026 dan Memenuhi Syarat Dapatkan KIP Kuliah

Tahun ini, panitia menambah dua cabang baru yang membuat persaingan semakin menarik, yakni tenis meja dan nyanyi solo.

Menurut Endang, penambahan cabang lomba dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa madrasah dalam menyalurkan bakat dan minatnya.

Tidak hanya sekadar mencari juara, Aksioma juga menjadi ajang pencarian bibit unggul yang nantinya akan membawa nama Kabupaten Karawang ke tingkat yang lebih tinggi.

Pasalnya, juara pertama dari setiap cabang lomba akan menjadi wakil resmi Karawang pada Aksioma tingkat Provinsi Jawa Barat.

Karawang sendiri bukan tanpa prestasi. Pada pelaksanaan sebelumnya, salah satu peserta dari cabang Tahfiz Al-Qur'an bahkan mampu melaju hingga tingkat nasional.

"Pernah ada yang sampai ke tingkat nasional yang saat itu digelar di Lampung. Mudah-mudahan tahun ini prestasi tersebut bisa terulang bahkan lebih baik lagi," kata Endang.

Baca Juga: Sempat Tertunda, Hasil Akhir Seleksi SDM KDKMP dan KNMP 2026 Akhirnya Diumumkan Paling Lambat Hari Ini

Panitia menargetkan kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 10 hingga 11 Juni. Namun apabila seluruh pertandingan dan perlombaan selesai lebih cepat, pelaksanaan bisa dituntaskan dalam satu hari.

Meski hadiah yang diberikan masih berupa piala dan sertifikat, Endang menilai penghargaan tersebut memiliki nilai penting bagi masa depan peserta.

Menurutnya, sertifikat prestasi dapat menjadi salah satu modal bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lebih dari itu, ia berharap Aksioma mampu menjadi tempat lahirnya generasi muda Karawang yang berprestasi, baik di bidang olahraga maupun seni.

"Dengan kompetisi seperti ini, bakat anak-anak bisa terlihat dan terus berkembang. Harapannya mereka bisa menjadi atlet, seniman, atau generasi berprestasi yang membanggakan Karawang di masa depan," pungkasnya. ***