POJOKSATU.id, KARAWANG - Komitmen dunia industri terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan PT Aisan Nasmoco Industri (PT ANI). Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, perusahaan manufaktur komponen otomotif asal Jepang itu menggelar serangkaian aksi nyata yang berfokus pada upaya mitigasi perubahan iklim di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) tersebut menjadi bukti bahwa sektor industri tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Berbagai program yang dijalankan PT ANI mencerminkan sinergi antara aktivitas industri dengan upaya konservasi alam. Melalui penanaman pohon, pelepasan burung ke habitat alaminya, hingga pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan dampak pemanasan global.

PT ANI merupakan anak perusahaan Aisan Industry Co. Ltd., Jepang, yang dikenal sebagai produsen komponen otomotif untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Perusahaan beroperasi di Kawasan Industri EJIP, Cikarang Selatan, salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.

Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, PT ANI mengusung tema global "Saatnya Bergerak untuk Iklim". Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan lingkungan yang dihadapi berbagai kawasan industri, termasuk Kabupaten Bekasi yang terus mengalami pertumbuhan sektor manufaktur.

Head Section Safety & Environment PT ANI, Agus Setia Budi, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan regulasi lingkungan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Terpilih Sebagai Ketua DPC PPP Bandung Barat, Ujang Rizwansyah Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lingkungan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan harus diwujudkan melalui aksi konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Melalui penanaman pohon, pelepasan burung, dan uji emisi, ini bentuk kontribusi nyata kami di industri untuk memberikan perubahan positif terhadap iklim, terutama cuaca di kawasan industri," ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa penghijauan menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu meningkatkan kualitas udara sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan nyaman.

Selain itu, keberadaan pohon di kawasan industri juga memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida yang menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global.

Tidak hanya melakukan penghijauan, PT ANI juga menggelar pelepasan burung ke alam liar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati di tengah pesatnya pembangunan kawasan industri yang terus berkembang.

Sementara itu, kegiatan uji emisi kendaraan bermotor dilakukan untuk memastikan kendaraan operasional maupun kendaraan yang digunakan di lingkungan perusahaan memenuhi standar emisi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Profesor UMM Masuk Jajaran Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia, Raih Predikat World Top 5% Scientist 2025

Melalui pengendalian emisi kendaraan, perusahaan berharap dapat turut menekan pencemaran udara yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan di kawasan industri.

Upaya yang dilakukan PT ANI mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Duarte Dje Fernandes, menilai konsistensi perusahaan dalam menjalankan program penghijauan patut menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di kawasan industri Cikarang.

Menurut Duarte, kondisi suhu udara di kawasan industri saat ini menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

"DLH sangat mengapresiasi PT ANI yang konsisten melakukan penghijauan. Kita tahu bersama bahwa suhu udara di Cikarang ini lumayan panas," ungkap Duarte.

Ia menilai keterlibatan perusahaan dalam menjaga lingkungan sangat penting untuk membantu pemerintah menghadapi berbagai dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.

Duarte juga mengingatkan bahwa kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Bekasi menjadi tantangan yang semakin besar seiring meningkatnya pembangunan kawasan industri dan permukiman.

Baca Juga: Koperasi Plawad Bergejolak, Karang Taruna Desak Pasokan MBG Diserap dari Petani dan Pelaku Usaha Lokal

Alih fungsi lahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan berkurangnya area hijau yang sebelumnya berfungsi sebagai penyerap air dan penyeimbang ekosistem.

Karena itu, ia mendorong seluruh pelaku industri agar memanfaatkan lahan kosong yang tersedia untuk kegiatan penghijauan.

Menurutnya, upaya sederhana seperti menanam pohon secara berkelanjutan dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

"Banyak lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman. Karena itu, penghijauan di area tenant maupun lahan kosong yang belum terbangun harus terus digalakkan," tegas Duarte.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks kawasan industri, pelestarian lingkungan tidak lagi dipandang sebagai program tambahan, melainkan menjadi bagian integral dari operasional perusahaan yang bertanggung jawab.

Langkah PT Aisan Nasmoco Industri menunjukkan bahwa dunia usaha dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian alam.

Melalui aksi nyata seperti penghijauan, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengendalian emisi, perusahaan tidak hanya mendukung target lingkungan pemerintah, tetapi juga membantu menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. ***