POJOKSATU.id, KARAWANG - Komitmen PT Pupuk Kujang dalam mendukung kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui program operasi katarak gratis yang digelar di Klinik Utama Pupuk Kujang, Karawang. Kegiatan sosial yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 perusahaan ini menyasar warga penyintas gangguan penglihatan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap tingginya angka gangguan penglihatan dan kebutaan akibat katarak di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Rumah Sakit Mata Cicendo, Pupuk Kujang berupaya membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan mata yang lebih baik.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Rudi Pangarasaning Utami, mengatakan bahwa katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia.
Menurutnya, data yang dimiliki menunjukkan bahwa sekitar 81 persen kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk sektor swasta.
Baca Juga: Pertamina Investigasi Insiden Mobil Tangki Terbakar di Tol Cisumdawu, Stok BBM Dipastikan Aman
“Indonesia pernah menjadi salah satu negara dengan angka kebutaan tertinggi di dunia dan tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Katarak menjadi penyebab terbesar kebutaan di Indonesia,” ujarnya saat menghadiri kegiatan operasi katarak gratis yang berlangsung di Pupuk Kujang, Kamis (4/6/2026).
Melihat kondisi tersebut, Pupuk Kujang kembali melanjutkan program sosial yang telah dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun.
Ketua HUT ke-51 Pupuk Kujang, Desra Heriman, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada sektor industri pupuk dan ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sejak berdiri, Pupuk Kujang berkomitmen tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga hadir memberikan kontribusi di bidang kesehatan dan sosial. Karena itu, kegiatan operasi katarak gratis ini kembali kami laksanakan,” kata Desra.
Ia berharap program tersebut dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan agar kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Menurut Desra, kemampuan melihat dengan baik memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Karena itu, upaya mengembalikan fungsi penglihatan para pasien diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap seluruh pasien yang mengikuti operasi ini dapat merasakan peningkatan kualitas hidup sehingga kembali beraktivitas secara normal,” tambahnya.
Baca Juga: Dolar Bertahan di Rp18.000, Apakah Rupiah Sedang Menghadapi Tekanan Besar?
Dalam pelaksanaannya, program operasi katarak gratis mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 107 warga mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.
Namun sebelum menjalani tindakan operasi, seluruh peserta terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan dan penyaringan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis di Klinik Utama Pupuk Kujang.
Direktur Klinik Utama Pupuk Kujang, Mulky Wahyudy, menjelaskan bahwa dari total pendaftar, sebanyak 51 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak.
“Sebanyak 107 orang mendaftar dan mengikuti proses screening. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, terdapat 51 pasien yang memenuhi kriteria untuk menjalani operasi,” ujarnya.
Mulky menambahkan bahwa teknologi operasi yang digunakan dalam program ini merupakan metode modern dengan tingkat keamanan yang tinggi.
Teknik bedah yang diterapkan menggunakan sayatan berukuran sangat kecil sehingga dapat meminimalkan risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan pasien.
“Metode operasi yang digunakan saat ini sudah sangat baik dengan sayatan yang sangat kecil sehingga kemungkinan kegagalan operasi relatif rendah. Kami juga telah menyiapkan 51 lensa mata untuk seluruh pasien yang akan menjalani tindakan,” jelasnya.
Baca Juga: Daftar Favorit Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Siapa Raja Gol Berikutnya?
Tidak hanya berhenti pada proses operasi, Klinik Utama Pupuk Kujang juga memastikan setiap pasien mendapatkan pendampingan pascaoperasi.
Para peserta akan memperoleh layanan kontrol kesehatan sebanyak dua kali setelah tindakan dilakukan guna memastikan kondisi mata terus membaik dan proses pemulihan berjalan optimal.
“Kami tidak melepas pasien begitu saja setelah operasi selesai. Seluruh pasien akan mendapatkan pemantauan lanjutan dan kontrol pascaoperasi agar penanganan yang diberikan benar-benar maksimal,” kata Mulky.
Sementara itu, Kepala Klinik Utama Pupuk Kujang, Tri Handayani, mengungkapkan bahwa peserta program tidak hanya berasal dari Karawang.
Sejumlah pasien datang dari berbagai daerah lain seperti Indramayu, Subang, hingga Gunung Halu di Kabupaten Bandung. Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan layanan operasi katarak masih cukup besar.
Baca Juga: Dolar Bertahan di Rp18.000, Apakah Rupiah Sedang Menghadapi Tekanan Besar?
“Alhamdulillah target peserta sebanyak 51 orang telah terpenuhi. Mereka berasal dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Karawang tetapi juga dari daerah lain di Jawa Barat,” ujarnya.
Program operasi katarak gratis ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Pupuk Kujang kepada masyarakat. Selain menjalankan peran strategis sebagai produsen pupuk dan pendukung ketahanan pangan nasional, perusahaan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat.
Sebagai anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), Pupuk Kujang selama ini dikenal sebagai produsen pupuk yang memasok kebutuhan pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah.
Melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, Pupuk Kujang terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. ***




