POJOKSATU.id, KARAWANG - Upaya mengatasi pendangkalan saluran air di Kabupaten Karawang mulai digenjot secara serius. Perum Jasa Tirta (PJT) II turun langsung melakukan normalisasi di saluran Irigasi Johar, Karawang Timur.
Pengerjaan difokuskan pada jalur sepanjang kurang lebih 2 kilometer, dimulai dari kawasan Johar hingga Jembatan Kodim 0604/Karawang. Targetnya jelas: membersihkan endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran air.
Perwakilan PJT II, Ade Golun, menyebut pekerjaan ini dilakukan secara intensif dengan sistem kerja bergiliran. Tim di lapangan bahkan diturunkan siang dan malam demi mengejar target waktu.
Menurutnya, proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu, mengingat pentingnya fungsi irigasi tersebut bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Serius Benahi Arsip Daerah, DPRD Karawang Godok Raperda Kearsipan
“Panjang yang kami kerjakan sekitar 2 kilometer sampai Jembatan Kodim. Pengerjaan kami lakukan siang dan malam agar cepat selesai,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).
Meski dilakukan di kawasan yang cukup padat aktivitas warga, PJT II memastikan pengerjaan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Penempatan alat berat diatur agar tidak mengganggu lalu lintas.
Rambu-rambu keselamatan kerja juga dipasang di sejumlah titik untuk menghindari potensi kecelakaan, baik bagi pekerja maupun pengguna jalan.
“Alat berat kami posisikan di titik aman setelah digunakan, supaya tidak menghambat aktivitas warga. Kami juga siapkan rambu-rambu K3,” jelas Ade.
Menariknya, hasil pengerukan lumpur tidak langsung dibuang. Material tersebut justru dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul di sepanjang saluran.
Langkah ini dinilai efektif karena tidak hanya meningkatkan kapasitas tanggul, tetapi juga menjadi cara untuk menertibkan bantaran sungai dari bangunan liar.
“Lumpur kami angkat ke atas tanggul untuk meninggikan dan memperkuatnya. Ini juga sebagai langkah pencegahan agar tidak ada lagi bangunan liar berdiri di sana,” tegasnya.
Baca Juga: Pria 40 Tahun di Karawang Ditangkap Polisi Terkait Kasus Asusila Anak
Dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 116 bangunan liar di sepanjang jalur normalisasi yang menjadi perhatian dalam proyek ini.
Tak hanya fokus pada pengerukan, PJT II juga menyiapkan langkah lanjutan. Jika ditemukan kerusakan tanggul atau longsoran akibat proses normalisasi, pihaknya akan segera melakukan pendataan untuk perbaikan tahap berikutnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga fungsi saluran irigasi agar tetap optimal, sekaligus meminimalisir risiko banjir di wilayah Karawang. ***




