POJOKSATU.id, KARAWANG – Bulan suci Ramadan menjadi momen refleksi mendalam bagi banyak orang, tak terkecuali bagi Yusni Rinzani. Di tengah kesibukannya sebagai tokoh perempuan dan Ketua DPC IWAPI Karawang, ia memaknai Ramadan sebagai waktu untuk memperbaiki diri sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga.
Menurut Yusni, Ramadan bukan hanya sekadar menjalankan ibadah rutin, tetapi juga kesempatan untuk menata hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci ini sebagai ruang introspeksi atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memohon ampun atas segala khilaf,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: IWAPI Karawang Gerakkan Aksi Sosial ke Pelosok, Yusni Rinzani Apresiasi Peran Ibu-ibu
Di balik aktivitasnya yang padat, Yusni tetap menjaga tradisi sederhana yang menjadi ciri khas masyarakat Karawang. Ia mengaku momen berbuka puasa bersama keluarga menjadi bagian paling berkesan dalam menjalani Ramadan setiap tahunnya.
Menu berbuka yang dipilih pun tidak harus mewah. Yusni justru menikmati hidangan khas daerah seperti Surabi Teh Iis dan es campur timun suri yang menyegarkan.
Baginya, nilai utama dari berbuka puasa bukan terletak pada jenis makanan, melainkan kebersamaan yang terjalin di antara anggota keluarga.
“Yang terpenting itu kebersamaan. Momen berbuka dengan keluarga adalah hal yang paling berharga,” katanya.
Baca Juga: Wakili Karawang, Putri Purnamasari Lolos Ajang Dangdut Mania Dadakan MNC TV
Selain itu, Yusni juga berbagi kiat dalam mengatur waktu bagi perempuan yang memiliki banyak aktivitas. Ia menekankan pentingnya menempatkan ibadah sebagai prioritas utama, bukan sekadar aktivitas pelengkap di sela kesibukan.
“Ibadah jangan dijadikan sisa waktu. Justru harus dijadwalkan secara khusus agar aktivitas lain bisa menyesuaikan,” tegasnya.
Yusni meyakini bahwa keseimbangan antara urusan dunia dan spiritual dapat terjaga, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih bermakna dan penuh keberkahan. ***




