POJOKSATU.id, KARAWANG - Sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi dan loyalitas akan segera mencapai garis akhir. Prajurit TNI Angkatan Darat, Peltu Saipul Huda, dijadwalkan resmi memasuki masa purna bakti pada 1 Maret 2026 mendatang, setelah lebih dari 34 tahun mengabdi kepada negara.

Lahir di Kediri pada 20 Februari 1973, Saipul dikenal sebagai sosok prajurit yang teguh, sederhana, dan tidak pernah mengeluh dalam menjalankan tugas. Karier militernya bukan dimulai dari ambisi besar, melainkan dari sebuah peristiwa pribadi yang mengubah arah hidupnya.

Pada 1991, setelah kehilangan ayahanda tercinta akibat kecelakaan, ia memutuskan merantau ke Manado, Sulawesi Utara. Di perantauan itulah titik balik hidupnya dimulai. Atas dorongan tetangganya yang merupakan anak seorang Babinsa, Saipul memberanikan diri mendaftar TNI AD.

Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya. Ia lulus seleksi dan dilantik sebagai Prajurit Dua (Prada) pada 18 Januari 1992 di Secata B Rindam VII/Wirabuana. Pendidikan militer membentuk fondasi kedisiplinan dan mentalitas tangguh yang kelak menjadi ciri khasnya.

Setelah menuntaskan pendidikan kecabangan Arhanud di Karangploso, Malang, Saipul memulai penugasan di satuan elit Yonarhanud 1 Divif 1 Kostrad. Di lingkungan tempur inilah mental baja dan loyalitasnya ditempa selama bertahun-tahun hingga 2008.

Baca Juga: Keren! Atap Beton Madrasah di Karawang Jadi Lumbung Cabai Produktif

Pengalaman di satuan strategis tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang tegas namun tetap humanis. Dari satuan tempur, ia kemudian melanjutkan pengabdian di komando kewilayahan, mulai dari Kodim 0615/Kuningan hingga akhirnya bergabung dengan Kodim 0604/Karawang pada Maret 2010.

Perpindahan dari satuan tempur ke teritorial bukanlah hal mudah. Namun Saipul mampu beradaptasi dengan cepat. Ia memahami bahwa ujung tombak pertahanan negara di wilayah bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

Selama 16 tahun bertugas di Karawang, dedikasinya semakin teruji. Sejak 2022 hingga kini, di tengah keterbatasan personel, ia dipercaya mengemban tanggung jawab ganda sebagai Batituud Koramil 0406/Cikampek sekaligus Danpos Tirtamulya.

Tanggung jawab tersebut tentu tidak ringan. Namun baginya, tugas adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Baca Juga: Curi Perahu Nelayan, Pria Asal Indramayu Dibekuk Satpolairud Karawang

“Alhamdulillah selama dinas, saya selalu semangat sehingga tidak ada hal yang menjadi beban berat. Walaupun ada tantangan, semua bisa kami atasi,” ujarnya dengan nada optimis.

Dalam refleksinya menjelang purna tugas, Saipul juga menyoroti dinamika generasi TNI dari masa ke masa. Ia menilai doktrin dan semangat pengabdian tetap sama, namun ada pergeseran dalam aspek militansi dan mentalitas generasi muda yang menurutnya perlu terus diperkuat.

Baginya, ketegasan, loyalitas, dan kesiapan menjalankan perintah adalah fondasi utama seorang prajurit. Nilai-nilai itulah yang ia pegang teguh selama lebih dari tiga dekade.

Meski dikenal tegas, sisi humanis Saipul justru menjadi kunci keberhasilannya membangun kedekatan dengan warga. Ia tidak canggung menyatu dengan kearifan lokal Karawang. Salah satu kenangan unik yang masih ia ingat adalah saat pertama kali disuguhi lalap leuncak.

“Di daerah asal kami, Kediri, leuncak itu semacam makanan ular. Tapi pas saya coba makan, ternyata enak dan sampai sekarang malah jadi hobi,” kenangnya sambil tertawa.

Cerita sederhana itu menggambarkan kemampuannya beradaptasi dan menghargai budaya setempat. Kedekatan inilah yang membuatnya merasa bukan lagi orang luar di Karawang.

Kini, menjelang masa purna bakti, Saipul menyatakan kesiapan penuh menanggalkan seragam militer yang telah melekat lebih dari separuh hidupnya. Ia siap beralih dari panggilan “Komandan” menjadi “Om” atau “Uwa” di tengah masyarakat.

Rencana ke depan pun telah ia siapkan dengan matang. Ia memilih kembali ke alam, bertani dan beternak, serta mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk keluarga tercinta.

Dukungan penuh datang dari sang istri, Lia Nurlia Wiganda, S. Keb, Bdn, serta kedua putrinya. Putri sulungnya, drg. Putri Aulia Cahyani, telah menempuh pendidikan dokter gigi, sementara Nazwa Aulia tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan. Kebanggaan keluarga menjadi penutup manis perjalanan panjangnya sebagai prajurit.

Baca Juga: HACKER Karawang Tancap Gas di Awal 2026 dengan Rapat Kerja Kepengurusan Bertema 'Infinite Journey'

Menjelang akhir masa dinasnya, Peltu Saipul Huda menitipkan pesan mendalam kepada rekan-rekan dan juniornya di Kodim 0604/Karawang.

“Semoga rekan-rekan yang masih aktif selalu menjaga kekompakan, keharmonisan, dan dedikasi yang tinggi untuk nama baik dan kemajuan satuan yang kita sayangi ini,” pungkasnya.

Perjalanan tiga dekade lebih pengabdian Peltu Saipul Huda menjadi cermin bahwa loyalitas dan integritas adalah nilai yang tak lekang oleh waktu. Dari satuan elit Kostrad hingga menjadi ujung tombak teritorial di Karawang, ia telah menorehkan jejak dedikasi yang akan selalu dikenang.

Purna tugas bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal babak baru untuk terus memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Sebab bagi seorang prajurit sejati, semangat mengabdi tidak pernah benar-benar usai. ***