POJOKSATU.id, KARAWANG - Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui percepatan penyerapan gabah dan beras di wilayah Karawang, Jawa Barat. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari sinergi antara TNI dan Perum Bulog untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Hingga Jumat, 30 Januari 2026, kolaborasi antara Kodim 0604/Karawang dan Kantor Cabang Bulog Karawang menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data terbaru, total realisasi penyerapan telah mencapai 7.249.917,99 kilogram setara beras, atau sekitar 6,08 persen dari target tahunan yang ditetapkan.

Capaian tersebut menjadi indikator awal yang positif di tengah dinamika musim panen dan fluktuasi harga gabah di tingkat petani. Kodim 0604/Karawang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penyerapan agar berjalan lancar, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan petani.

Jika dirinci, kontribusi terbesar dalam penyerapan berasal dari Gabah Kering Panen (GKP). Hingga akhir Januari, realisasi penyerapan GKP tercatat mencapai 14.041.374 kilogram, atau setara 7,90 persen dari target. Sementara itu, penyerapan beras medium telah terealisasi sebanyak 116.900 kilogram, atau sekitar 0,40 persen dari target.

Pada hari yang sama, penyerapan harian juga menunjukkan angka signifikan. Tercatat tambahan 2.558.100 kilogram GKP dan 30.000 kilogram beras medium yang masuk ke gudang logistik Bulog Karawang. Angka ini mencerminkan intensitas kerja lapangan yang terus ditingkatkan, khususnya melalui pendampingan Babinsa kepada petani di berbagai kecamatan sentra produksi padi.

Baca Juga: Bupati Karawang Sidak Stadion Singaperbangsa, Soroti Taman Bermain hingga Kabel Semrawut

Pasiter Kodim 0604/Karawang, Kapten Infanteri Kihajar, menegaskan bahwa target penyerapan bukanlah satu-satunya orientasi. Menurutnya, kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang dilakukan oleh jajaran TNI di lapangan.

“Kami memahami bahwa angka target memang penting untuk menjaga stok pangan nasional. Namun yang jauh lebih penting adalah memastikan petani mendapatkan manfaat nyata dari hasil panen mereka,” ujar Kapten Inf Kihajar saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan bahwa Kodim 0604/Karawang terus mendorong pola penyerapan yang adil dan tidak merugikan petani, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis. Dalam pandangannya, peran TNI bukan sekadar mengawal distribusi, tetapi juga memastikan petani tidak berada pada posisi yang lemah dalam rantai perdagangan hasil pertanian.

Menariknya, Kapten Inf Kihajar juga memberikan pandangan terbuka terkait keberadaan pihak ketiga atau tengkulak yang membeli gabah petani dengan harga di atas standar. Menurutnya, kondisi tersebut justru patut disyukuri selama memberikan keuntungan bagi petani.

“Jika ada tengkulak yang berani membeli gabah dengan harga lebih tinggi dari harga standar, bagi kami itu tidak menjadi persoalan. Justru itu kabar baik,” tegasnya.

Ia menilai, harga jual yang tinggi akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani. Dengan demikian, petani dapat menikmati hasil kerja keras mereka secara lebih layak.

Baca Juga: Diduga Terpeleset, Seorang Lansia Ditemukan Meninggal di Area Banjir Karangligar Karawang

“Kami ingin petani tersenyum saat panen. Ketika mereka mendapatkan harga terbaik, itu artinya kesejahteraan mereka meningkat. Dan itu adalah harapan kita semua,” lanjut Kapten Inf Kihajar.

Dari sisi perencanaan jangka panjang, Kodim 0604/Karawang tetap optimistis mampu mengejar target tahunan penyerapan. Dengan estimasi rendemen GKP sebesar 50,8 persen, target total penyerapan setara beras hingga akhir Desember 2026 diproyeksikan mencapai 119.157.248 kilogram.

Optimisme tersebut ditopang oleh potensi Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional, serta peran aktif Babinsa yang terus melakukan pendampingan intensif kepada petani. Pendampingan ini mencakup pengawalan masa panen, distribusi hasil panen, hingga koordinasi dengan Bulog dan pemangku kepentingan lainnya.

Kodim 0604/Karawang juga memastikan bahwa proses penyerapan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas gabah maupun mekanisme serah terima. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan petani terhadap pemerintah dan institusi terkait.

Ke depan, sinergi antara TNI, Bulog, pemerintah daerah, serta kelompok tani akan terus diperkuat. Tujuannya tidak hanya untuk mengejar target angka, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan. ***