POJOKSATU.id, KARAWANG – Siapa sangka limbah bambu yang kerap terbuang bisa berubah menjadi karya seni bernilai ekonomi. Di tangan Muhamad Karsim, operator SDN Karwet 2 Karawang Timur, potongan bambu bekas disulap menjadi aneka kerajinan unik yang fungsional sekaligus estetik.
Awal tahun 2026 menjadi momen spesial bagi Karsim. Setelah lama mengabdi sebagai tenaga honorer, ia resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Status baru itu tak membuatnya berhenti berkarya.
Di sela aktivitasnya mengelola data dan administrasi sekolah di wilayah Karawang Wetan, Karsim justru semakin aktif menekuni dunia kerajinan. Ia memanfaatkan bambu sisa bangunan atau potongan tak terpakai menjadi produk kreatif yang punya nilai guna.
Baca Juga: Ormas Islam Karawang Konsisten Tolak Theatre Night Mart
“Alhamdulillah awal tahun ini saya diangkat sebagai P3K Paruh Waktu. Di luar tugas sebagai operator sekolah, saya mengisi waktu dengan mengolah bambu bekas supaya punya nilai lebih,” kata Karsim saat ditemui, Senin (26/1/2026).
Beragam karya lahir dari tangannya. Mulai dari mainan tradisional seperti kereta-keretaan, hingga lampu hias dengan sentuhan artistik. Beberapa produk favoritnya antara lain lampion bergaya Jepang, lampu model petromak, serta lampu tempel dinding yang cocok mempercantik interior rumah.
Tak hanya batang bambu, ranting kecil yang biasanya dibuang pun ia manfaatkan. Bahan itu diubah menjadi pajangan meja, pot bunga mini, hingga dekorasi ruang tamu yang terlihat sederhana namun bernilai seni.
Bagi Karsim, aktivitas ini bukan sekadar penyaluran hobi. Meski kini sudah menyandang status ASN P3K Paruh Waktu, ia tetap konsisten berkarya untuk menopang ekonomi keluarga.
“Sambil menjalankan tugas sebagai operator SD, saya juga membuat kerajinan ini untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya. ***




